Selasa, 28 Juni 2011

Jarum Pentul Bu Mar

Ketika kejujuran menjadi mahal harganya, orang-orang sederhana menunjukkan caranya dengan cara yang sangat biasa...

Warung sambel mbak Sasa, Desember 2009..
Es lemon tea yang ada didepanku tiba-tiba rasanya jadi pahit luar biasa, tambah lama tambah pahit. Dua orang karyawanku yang aku introgasi siang itu menunjukkan bukti-bukti kuat bahwa ada satu managerku yang tidak jujur. Ada satu cabang usahaku yang lost kontrol dalam 3 bulan, omzet yang tinggi tidak dibarengi dengan profit yang maksimal. Akhir tahun ini aku langsung minta diaudit bagian keuangan, dan dugaan penyelengan dana itu memang ada.

Minggu, 19 Juni 2011

Gusti Allah Sutradara Paling Ciamik!!

"kadang kita tidak sadar sesuatu telah dipersiapkan oleh Tuhan sampai kita tergagap-gagap menyadarinya.."


Klaten, Oktober 2009..
Es krim yang dingin dan padat menemani para jamaah yang memenuhi tenda itu, hari ini adalah pengajian pelepasan haji pak Riyanto dan bu Nur, pengusaha beras paling sakses se Klaten raya. Mereka saudara dari bapak mertuaku. Ustad Jadmiko yang didapuk memberikan tausiyah bercerita sebuah kisah nyata tentang tukang becak yang naik haji, ketika Allah berkehendak maka semuanya dimudahkan, dari jalan yang tidak disangka-sangka.. Min haiztsu la yah tasib..

Minggu, 12 Juni 2011

Ibumu...

Untuk wanita-wanita perkasa yang sudah melahirkan kita...

Gurun pasir di selatan kota Arar, Saudi Arabia 1991..
Helicopter tempur milik Amerika Serikat tiba-tiba muncul dari balik gundukan pasir itu, seorang wanita yang sedang buang hajat kaget bukan kepalang, langsung lari tunggang langgang dengan pakaian kocar kacir menuruni bukit pasir itu. Sambil berteriak-teriak dia masuk ke dalam tenda pengungsian warga Kota Arar yg ada di wilayah gurun itu. “Aduuuuh mbakyuuu aku kaget tenan! Helicoptere guede langsung muncul dibelakangku!” dengan nafas ngos-ngosan, Yati wanita asal Jawa Timur itu bercerita pada Halimah teman kerjanya sambil memeluknya erat. Kedua wanita itu bekerja di Keluarga Naji Al Somari, Yati sebagai Pembantu Rumah Tangga sedangkan Halimah sebagai Baby Sitter.

Kamis, 09 Juni 2011

Putri Herlina...Sepasang Tangan Bidadari

Sepasang tangan tumbuh di hati....
Jogjakarta, 1988

Aku masih kelas 2 SD, tinggal di sebuah desa yang tenang di satu sudut Jogja. setiap hari berangkat sekolah, sesudahnya aku habiskan dengan bermain bola di belakang rumah, berlarian di tengah sawah, main layangan hingga Magrib datang...
ketendang bola sekeras mungkin, kutangkap dengan tanganku, kulempar lagi hingga jauh sekali... layangan kutarik ulur hingga terbang dibawa angin, tembus ke awan, meliuk-liuk, setiap hentakannya memberi sensasi di ujung jari-jariku...
semua tak lebih dari keriangan anak kecil menikmati dunianya, tanpa pernah berfikir bahwa aku lahir sempurna...

Emha Ainun Najiz!

(Sebuah catatan lama di Note Facebookku)
Baru lima menit aku duduk di kursi empuk dalam bioskop itu, bulu kuduk sudah merinding melihat intro film Ayat-Ayat Cinta, suara Cak Nun menggema di dalam ruangan itu melantunkan Shalawat Nabi, sebuah gambar padang pasir, dengan butiran pasir yang meleleh tersapu angin... Suasana saat itu lebih mirip di masjid, bukan selayaknya di Gedung Bioskop..

"Ya Nabiiiiiiii.....
Ya Nabi salaaaaam alaihhhhii...
Ya Rasuuulll... Ya Rasul Salaaam...."Merinding... Tembus ke sumsum tulang!

Kartu Nama Sang Ustadz

(sebuah tulisan lamaku di Note Facebook)


Seminggu yang lalu aku diundang mengisi seminar entrepreneur di depan 250 orang mahasiswa anggota Kopma UNY. Entah mengapa namaku ditempatkan diatas nama Prof. Suminto A. Sayuti di backdrop, padahal harusnya nama Guru Besar calon rektor UNY itu lebih pantas diatas namaku yang masih ecek-ecek ini...
Yang menarik, moderator acara ini adalah ustadz, budayawan dan juga seorang intelek pengarang puluhan buku HM. Nasrudin Anshory. Selama ini aku belum pernah bertemu beliau langsung, hanya mendengar aktivitasnya sebagai pimpinan Pesan Trend Ilmu Giri, Bantul dari media massa yang kubaca.

BRAKK!! dan GIGI pun terkejut...!

Bumi Ngayogyakarto Hadiningrat, 13 Mei 2006

Ini cerita empat tahun yang lalu, namun menyisakan kenangan yang mendalam untukku, 
mobil minivan merah itu melaju keluar dari halaman Radio Swaragama di Barat kampus UGM, baru berjalan 5 menit pas berhenti di lampu merah Mirota Kampus.
Tiba-tiba..... Braaakkkk!! bemper belakang mobil dihajar oleh mobil sedan yang dikendarai seorang cewek, akulangsung menoleh ke Momok sopir minivan itu, 
"piye mok? gak mungkin berhenti ribut iki... ngejar waktu jee!"

Selasa, 07 Juni 2011

(tidak) Cinta Fitri

(Sebuah tulisan lamaku dari Note di Facebook)

Jam segini saatnya para ibu-ibu, anak muda dan semua yang suka sinetron Cinta Fitri pada nongkrong di depan Tivi, menyaksikan aksi jahat Mischa dan Faiz kepada Fitri dan Farel!

Looh, kok aku tau jalan cerita sinetron yang katanya paling larisss itu? Mmmmph! kebetulan dulu istriku, ibu dan keluarga istriku jadi penonton setia sinetron ini. Jadi kalo masuk kamar tv ditongkrongin istri lihat si Fitri, ke belakang tv satunya juga sama channelnya! Saking penasaran sekali dua kali kulihat jalan ceritanya... Fuuuh! Sinetron kok isinya cuma iri, dengki, umpatan, ancaman, dan hal-hal negatif lainnya. Sangat sedikit hal positif yang muncul di sinetron ini. Kok bisa ya, isinya kayak gini, dengan jalan cerita yang njelimet, muter-muter gak karuan, tapi jadi sinetron larisss hingga seasion 5!!