Kamis, 06 Maret 2014

Akhirnya buku Kedua Saptuari Launching Juga, ada 15 tulisan yang menggetarkan hati!

Sebuah buku hasil menemukan kisah-kisah nyata di sekitar, sangat menarik untuk koleksi pribadi atau hadiah untuk orang-orang yang kamu sayangi..

komentar mereka tentang buku ke dua "Catatan Indah Untuk Tuhan"
"Membaca tulisan yang menyentuh biasanya saya meneteskan airmata, tapi kalo membaca tulisan Mas Saptuari saya banjir dan mandi airmata." -Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia

"Menyebut Saptuari adalah menyebut humor, kerja keras dan kedermawanan. Tiga berkah satu kemasan." -Prie GS, Budayawan


Acara bedah buku diadakan di Toko Buku Toga Mas Jogjakarta, tanggal 1 Maret 2014, dihadiri para pembedah yang keren: Gus Miftah, Hanafi Rais, Arief Budiman, Andika Syafaat dan Ismail Sukribo, serta seratusan para pencinta buku di Jogjakarta.






di akhir acara dikumpulkan sedekah bersama, Alhamdulillah terkumpul 5,4 juta yang langsung diserahkan kepada #SedekahRombongan.

Semoga Buku Catatan Indah Untuk Tuhan menjadi salah satu koleksi abadi untuk dunia tulis menulis di Indonesia. 








Senin, 14 Oktober 2013

Tuhan Maha Sutradara

“sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik di depan Tuhan, juga sesuatu yang kau anggap buruk belum tentu buruk di depan-Nya. Karena Dialah sutradara terhebat sesungguhnya..”

Jogjakarta..
Siang yang panas memeluk daun-daun yang saling bergesek, pohon-pohon rindang di halaman panti asuhan itu saling merangkul, menyebarkan angin semilir dengan suara yang lembut berbisik. Siang yang sunyi, saat sebagian orang-orang bekerja, sebagian lain beristirahat melepas lelahnya.

“Aku pengen pergi dari panti ini mas, sudah 24 tahun aku disini.. ingin rasanya untuk segera bisa mandiri. Aku membayangkan punya suami yang normal, walaupun kondisiku seperti ini, tapi ada gak ya yang bener-bener serius sama aku. Apa aku gak tau diri ya mas kalo ngarepin jodohku lelaki yang sempurna..
apa hidupku sampai tua hanya di panti ini ya mas, sendirian tiap hari di meja ini”
Pandangan Putri Herlina kosong ke depan, aku yang duduk di sampingnya berusaha jadi pendengar yang baik.
“ya banyakin berdoa aja Put, minta sama Allah langsung.. Dia yang punya pabrik jodoh. Dia kan yang bisa merubah segalanya..”
jawabku singkat.


Putri waktu ikut blusukan bareng #SedekahRombongan di Kulon Progo

Rabu, 07 Agustus 2013

Ramadhan terakhir

"Demi masa, manusia benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati untuk mentaati dalam kebenaran.." (QS-Al Asr)

2006
Tayangan di TV itu membuatku tertegun, dengan berlinang air mata Taufik Savalas tersedu-sedu ketika diwawancara wartawan tentang kegiatannya selama Ramadhan ini. Taufik bercerita seminggu yang lalu dengan sebuah bis penuh anak yatim dia mengajak mereka ke sebuah tempat wisata.

”Seneeeeng mas lihat mereka bisa main bareng, belum tentu saya dapat ketemu Ramadhan lagi tahun depan, gak bisa ngajak mereka main lagi..” 
katanya terbata-bata, matanya sembab, tangannya berulangkali menyeka air matanya. Taufik yang biasanya lucu di TV tiba-tiba menjadi orang yang sendu mengharu biru.

Entah apa yang ada di benak Taufik Savalas waktu itu, sehingga pertanyaan wartawan itu dia jawab hingga meneteskan air mata, seolah-olah ada sesuatu yang sangat menyentuh dirasakannya. Bulan Juli 2007 dalam perjalanan untuk shooting sebuah acara di Purbalingga, mobil yang Taufik tumpangi dihajar truk tronton bermuatan semen yang melaju kencang. Taufik meninggal bersama 2 penumpang lainnya.

Wawancara 9 bulan sebelumnya itu seperti sebuah pesan, ketika jatah waktunya di dunia sudah habis, apapun alasannya maut bisa menjemputnya dengan berbagai cara. Taufik memang tidak bertemu lagi dengan Ramadhan yang tiga bulan lagi akan menjelang. Dia pergi dengan meninggalkan nama baik, ditangisi jutaan orang yang selama ini terhibur dengan tingkah gayanya. Stand Up komedi yang dulu jadi icon dirinya, sekarang jadi acara-acara favorit di berbagai stasiun TV. Bahkan menjadi segmen wajib di berbagai acara kampus, di pesta-pesta, dan acara kumpul-kumpul lainnya.
Banyak yang kangen dengan tubuh gembulnya, canda tawa polosnya... hanya terobati dengan video-video lawas yang diakses melalui sosial media..


-------------------------------

Sabtu, 11 Mei 2013

Tuhan Sepanjang Masa...

Tak perlu berimajinasi tentang mukjizat para Nabi sambil mengerutkan dahi, sungguh engkaupun bisa melihatnya sendiri di zaman serba modern ini... Walau sederhana, itu akan membuatmu mengakui Kekuasaan-Nya..

3000 tahun lalu, kala itu di jaman hidup para Nabi-Nabi...
Firaun murka luar biasa, Musa bayi yang sejak kecil dirawatnya sekarang menjadi pembangkang paling nyata. Dia tidak mengakui ketuhanannya.. Musa malah mengajak orang-orang untuk menyembah Allah, Zat yang kasat mata, entah dimana keberadaannya.
Firaun menyesal, kenapa Musa ketika dulu ditemukan istrinya di sungai Nil tidak langsung dibunuhnya bersama ribuan bayi lainnya di jazirah Mesir ini, sekarang terbukti anak angkat yang dibesarkan di istananya itulah yang sekarang justru menjadi orang yang menantangnya.
Ahli nujum dari pelosok negeri sudah berkumpul di istana itu, wajah mereka seram dan sangar menunjukkan keangkeran.
"Lemparkan tongkat kalian...!!" Teriak Firaun
Tongkat berbagai ukuran dilempar ahli nujum itu ke lantai istana, seketika tongkat itu menjadi ular-ular kecil yang bergerak ke arah Musa.
Dalam kondisi kritis itu Musa mendapat perintah dari Allah untuk melemparkan juga tongkatnya.
Tongkat itu menyentuh lantai dan tiba-tiba berubah menjadi ular besar yang langsung memangsa ular-ular kecil milik ahli nujum itu.
Habis ludess... tak bersisa...
Para Ahli Nujum itu mundur teratur, mereka malah berfikir kalo sihir Musa lebih hebat dari sihir mereka..
Di hari-hari selanjutnya Firaun semakin murka, Musa dan pengikutnya dikejar dan akan dibunuh agar tidak ada lagi yang melawan dan menentangnya. Musa dan pengikutnya terjebak di tepi laut Merah, sementara Firaun dan pasukannya datang dengan gagah perkasa membawa debu-debu tebal dalam derap langkah kuda.
Musa mendapat perintah lagi dari Allah untuk memukul tongkatnya ke air laut di depannya. Seketika laut itu terbelah, dasarnya terlihat hingga batu-batunya, seperti membuka jalan untuk dilewati mereka.
Musa dan pengikutnya bergegas melewati jalan di dasar laut itu, menuju tanah Arabia di sebrang sana. Pasukan Firaun yang ada di belakangnya pun mengikuti mereka, menyibak jalan yang kanan kirinya penuh air laut seperti disekat kaca.
Ketika Musa dan pengikutnya sampai di ujung sana, Allah memerintahkan untuk memukulkan kembali tongkatnya, seketika air laut itu menutup kembali, menelan Firaun dan pasukannya penuh murka, tenggelam dalam laut Merah yang dalam.. Seram menyesakkan..

Kisah ajaib itu ada dalam Al Quran, diceritakan turun temurun di setiap pengajian, mengisi imajinasi tinggi dalam pikiran santri-santri, dari Pondok megah, hingga santri-santri bersarung kumal di surau-surau pinggir dusun dan perkampungan. Wajah lugu mereka takjub dengan kehebatan Nabi Musa, dengan mulut ternganga wajah mereka ditimpa cahaya dari lampu minyak suram berjelaga..


--------------------

Senin, 22 April 2013

Para Perayu...

"Tuhan senang kepada orang-orang yang manja kepada-Nya" - Emha Ainun Nadjib

Pesan Trend Ilmu Giri, Selopamioro Bantul.. Pertengahan 2012
Mujahadah malam itu baru setengah jalan, 300an jamaah yang berkumpul di tempat itu masih berdoa, masing-masing memanjatkan hajatnya. Usai membaca Al Fatehah 41 kali, seluruh jamaah berdiam diri.. Sunyi..
KH. Nasrudin Anshory mengajak seluruh jamaah untuk berdoa, apapun yang diminta, keheningan lereng bukit itu, semilir angin menjadi saksinya.. Seolah malaikat turun bersama para petani yang datang berduyun-duyun berjalan kaki, menghimpun doa-doa mereka yang berserakan dan membawanya ke langit sana...

Usai berdoa, tausiyah malam itu Gus Pur yang berbagi cerita, bersama ayam ingkung dan nasi gurih yang dibagi kepada seluruh jamaah...
"Ada seorang Kyai pimpinan Pondok Pesantren di Purworejo sana yang mengajarkan kita tentang ilmu Tauhid dengan cara sederhana..." Gus Pur mulai berbicara.
"Beliau sangat menjaga sholatnya, bukan hanya kata-katanya yang lembut tapi juga kebersihan tubuhnya. Jika menjelang sholat Dzuhur jam setengah dua belas beliau sudah mandi, berganti baju, menyisir rambutnya, memakai minyak wangi, rapi seperti akan bertemu dengan kekasihnya.. Adzan berkumandang beliau sudah ada di Masjid, beribadah dengan begitu tenang.. seolah dunia dan seisinya tidak mempengaruhi kekhusukannya.." lanjut Gus Pur
"Begitu juga ketika akan Magrib, jam 5 beliau sudah rapi, menunggu petang dengan tenang, seolah-olah Magrib datang adalah pertemuan dengan kekasihnya yang telah lama dirindukan... Berdoapun beliau begitu khusuuuk, menadahkan tangan seolah-olah itu adalah sholat terahirnya"

Jamaah yang hadir terdiam...
"Sementara kita, kadang sholat hanya sebagai syarat.. Buru-buru dikejar waktu, pertemuan dengan Allah hanya seperti mengisi absen di kantor, begitu cepat dan kita pergi lagi.. Tidak ada dialog dari hati, sholat kita seperti tak dinikmati..."
Aku pun mengangguk mengiyakan...
"Sekali waktu seorang santri mengabarkan kalau motor pak Kyai hilang, jawaban beliau nyaris tanpa beban kehilangan.. 'Kalo Allah menghendaki motor itu kembali, pasti akan kembali lagi..'
Tak lama seorang santri datang lagi, mengabarkan kalau motor sudah ditemukan, mogok dipinggir sawah dan ditinggal maling yang mengambil dari pekarangan..."
"Itulah bedanya kita dengan beliau, kita kalau kehilangan motor pasti yang dituju pertama paranormal dan polisi... Kalau pak Kyai pasrahkan pada Allah, Dia yang Maha Kuasa yang akan mengurusnya.. Yakin se yakin-yakinnya"

Angin semilir di Bukit Selopamioro yang sunyi ini seolah ikut membisu, mengajak semua hati yang hadir untuk takhluk pada-Mu...

-------------------------------

Sabtu, 20 April 2013

Misscall dari langit..

Ketika Tuhan memanggil, apakah kita terus berpaling..?

Tebet, Oktober 2011
Warung Ayam Bakar Mas Mono siang itu penuh pengunjung, menjelang tengah hari orang-orang berdatangan untuk makan siang. Dulu warung ini hanyalah warung mungil yang nempel di tembok sisi kanan, perjalanan waktu dan kegigihan Mas Mono dalam membangun bisnisnya membuat warung itu membesar, melebar dan mengalirkan pundi-pundi uang yang tak berkesudahan..

"Saaap.. tunggu dulu yoo, aku meluncur kesitu bawa Alphard baru nih! gress dari dealer!" teriak mas Mono via HPnya
"Yooo tak tungguuuu.." balasku sambil berseru..
kawanku ini memang unik, selalu ada kejutan yang nyleneh. kali ini apalagi yang bakal jadi guyonannya..
"Sap.. lihat keluar.. lihat keluar!!" 
"thoot thooot!! sebuah bajaj dengan warna orange mengkilap masuk ke halaman warung itu, mungkin itu klakson kereta yang dipasang.
lalu nongol lah kepala manusia itu..
"apik to alphard ku! haa... hahaha!!" katanya cengengesan
begitulah gayanya, rejeki memang gampang datang kepada orang-orang yang suka gojekan.. ibuku dan istriku yang terus tertawa terpingkal-pingkal





Minggu, 14 April 2013

Ibumu... (lagi)

datangi ibumu... rasakan getarannya.. dalam dirinya ada keberkahanmu, keajaibanmu, asal kau tau cara mendapatkannya...

Rumah Sakit Panti Rapih Jogja 2012...
"Sebaiknya pasien ini dibawa pulang saja, sudah seminggu tidak ada perkembangan yang berarti. Setengah koma, banyak organ tubuhnya yang sudah tidak berfungsi.. Dana dari #SedekahRombongan bisa digunakan untuk pasien lainnya yang lebih membutuhkan.." Dokter itu menjelaskan pada kurir #SR yg malam itu ada disana.

Karman dan Faisal berembuk, malam itu juga atas persetujuan keluarga bu Mugiyem kami antar pulang ke Bantul. Ambulance #SedekahRombongan melaju di Jogja yang mulai gelap, usaha maksimal sudah diberikan namun kondisinya terus mengalami penurunan.
Di rumah sederhana itu warga sudah berkumpul, sejak beberapa hari lalu digelar pembacaan Yasin untuk kebaikan bu Mugiyem. Apapun kondisinya keluarga sudah pasrah. Dibantu beberapa warga tubuh kurus itu diturunkan dari ambulance. Faisal dan beberapa kurir masuk ke dalam.
Suasana hening, wajah bu Mugiyem tampak melotot dengan mulut terbuka. Nafasnya masih ada, sesekali tersengal-sengal walo lemah, ingin mengatakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan sisa tenaganya.
"Endi mbokne? Kon ndene.." Sesepuh desa meminta ibu dari bu Mugiyem mendekat, duduk di ruang tengah itu.
"Simbok, Gusti Allah itu Maha Pengampun.. Lihatlah anakmu ini, saat ini diantara kondisi hidup dan mati, Allah seperti menunda-nunda kematiannya karena ada sesuatu yang belum terselesaikan.. Simbok, jika memang anakmu ini ada salah maafkankan, semua kesalahannya dari yang dulu masih membuat sakit di hati simbok, ikhlaskan semua.. agar jalannya pulang dimudahkan Allah" suara sesepuh itu berwibawa memintakan maaf bu Mugiyem.


Minggu, 20 Mei 2012

Menebak Kematian

Dia sangat dekat, menyapaku menyapamu tanpa bisa terhalang tembok yang tebal.. dia tetap datang walau wajahmu ditutup dengan bantal..

Cupertino California, 4 Oktober 2011
Para penggila Apple hari ini menunggu peluncuran produk Apple terbaru, yang rumornya adalah iPhone 5. CEO Apple yang baru Tim Cook untuk pertama kalinya muncul di depan panggung megah itu. Selama ini sosok yang paling ditunggu-tunggu dalam setiap peluncuran produk baru Apple adalah sang maestronya.. Steve Jobs, namun kanker pankreas yang dideritanya selama bertahun-tahun memaksa si genius itu untuk mundur dari jabatannya. Ternyata yang diluncurkan hari itu bukanlah iPhone 5 seperti yang santer dibicarakan banyak orang. Produk baru itu namanya iPhone 4S, hanya upgrade dari iPhone 4 yang sudah launching awal tahun 2011 lalu. Entah ini sebuah kebetulan atau tidak, 4 dalam kepercayaan China adalah huruf ‘Mati’... mereka menjauhi angka 4, bahkan banyak gedung-gedung di Jakarta yang tidak punya lantai 4, kita tidak menemukan angka itu di dalam tombol lift. S adalah Steve... sehari kemudian Apple dan dunia berduka, 5 Oktober 2011 Steve Jobs meninggal dunia. Kepergian sang jenius yang merubah dunia diantar oleh produk baru yang tetap laris manissss! iPhone 4S....




Kamis, 01 Desember 2011

Para Pendamping Nabi...

“Aku dan orang-orang yang mencintai anak yatim seperti dua jari ini di surga nanti..” begitu kata kanjeng Nabi..

Jogja, 1985
Aku ingat sosok bungkuk berambut putih itu, jalannya cepat dengan kain jarik yang membalut tubuhnya, namanya Mbah Pawiro, orang-orang di desaku memanggilnya mbah Ro untuk menyingkat namanya. Di usianya yang sudah sepuh mbah Ro tidak pernah diam, dia masih sering keliling desa, ke sawah dan bertandang ke rumah tetangga. Rumahnya di barat desa sangat sederhana, hanya bangunan bambu dengan dinding dari gedeg (bambu anyaman) di semua sisinya. Kata ibuku mbah Ro putri ini dulu waktu muda adalah ledek (penari) yang  berkeliling dari desa kedesa, sampai akhirnya menikah dengan mbah Pawiro Kakung dan tinggal di desa ini. Mereka tidak memiliki anak, dimasa tuanya mbah Ro merawat 3 orang anak kecil yang ditinggal mati ibunya.. mereka piatu, sementara ayahnya jadi duda yang tidak bekerja. Tiga anak inilah yang tiap hari dimandikan, diberi makan oleh mbah Ro.
Hari menjelang magrib, Bapakku yang tugas jadi tentara di Jakarta hari ini pulang ke desa, bapak jadi orang yang dihormati di desa waktu itu, tentara yang pulang dengan seragam hijaunya, para tetangga sering menyapa jika bapak pulang... “ooo Pak Ratno sampun kundur..”
Mbak Pawiro datang kerumah sore itu, dengan badan bungkuknya dia bertemu dengan bapak di ruang tamu, aku mendengar percakapan mereka.
“duuuh Pak Ratnooo.., kulo nyuwun tulung nek wonten beras kagem putu-putu kulo, niki sek esuk dereng kelebon sekul...” mbah Pawiro nembung beras untuk tiga anak yang diasuhnya itu. Suaranya mengayun menghiba mohon belas kasihan, Bapak memberi beberapa lembar uang ribuan yang cukup untuk membeli beberapa liter beras waktu itu, Mbah Pawiro menghujani dengan ucapan terimakasih yang tercecer-cecer hingga ke jalan...

Selasa, 22 November 2011

Gadis Mungil Di Dalam Panci...

*titipan tulisan dari www.sedekahrombongan.com

Aku Saptuari, ijinkan aku menulis sendiri kisah dramatis ini...

Tiga bulan lalu...
Sebuah rumah di dusun Plaosan, Prambanan Klaten, berjarak 3 Kilometer dari Candi Prambanan Jogja sedang ada acara hajatan sunatan, di dapur mereka sibuk memasak makanan untuk para tamu, sebuah panci besar penuh gulai baru saja diturunkan dari kompor, masih panas mendidih mematangkan daging kambing itu. Anak-anak kecil bermain berlarian di sekitar tempat memasak itu, mereka kejar--kejaran penuh keriangan... seorang anak berlari gembira dikejar kawannya, dia berlari mundur tanpa sadar ada panci mendidih di belakangnya... BYURRR GGGRRRHHHHH!!!
Tubuh gadis mungil itu masuk ke dalam panci yang masih membara, bagian bokongnya masuk duluan, diikuti hampir seluruh tubuhnya. Gadis mungil itu menjerit menahan panas luar biasa....menggelapar dan menjerit kesakitan..
Namanya Rara Ainunnisa, anak tunggal pak Jayadi seorang buruh pembuat tahu. Gadis 5 tahun yang masih sekolah di TK itu kami temukan hari minggu lalu...
Rara kami temukan meringkuk dan menangis dengan badan penuh luka bakar bernanah..