Kamis, 18 Desember 2014

Ka’bah Untukmu..

Menemukan Tuhan setiap penjuru bumi, menghadirkan-Nya di setiap relung hati.. kapan saja, dan dimana saja… karena Dia ada dimana-mana..

                Mushola kecil itu ada di ujung barat desa. Waktu aku masih SD kelas satu aku ingat betul mushola itu menjadi satu-satunya tempat ibadah warga desaku. Tahun 1985 listrik belum ada disana, warga sholat ditemani dengan lampu minyak yang penuh jelaga. Tidak ada microphone dan speaker untuk mengeraskan suara imam. Satu ketika aku ingat momen ketika sholat disana, di waktu Magrib saat hujan turun, kami sholat berjamaah, suara mbah Amat masih gagah melantunkan Al Fatehah, hempasan air hujan masuk melalui celah genting yang rapuh, angin yang lewat membuat api lampu minyak menari-nari, bayangan kami pun seperti menari di tembok sebelah kiri.
                Sebuah momen yang eksotis…  saat itu aku masih kecil, belum tau bentuk ka’bah yang setiap sholat kami jadikan arah. Mbah Amat hanya mengatakan, “sholat itu menyembah Allah, Tuhan yang menguasai alam semesta, kita tidak menyembah ka’bah yang ada di Mekah. Ka’bah adalah simbol rumah Allah, yang menjadi arah qiblat sholat seluruh umat manusia agar tertib dan rapi menuju satu tujuan…”
                Sampai sekarang mbah Amat masih menjadi imam, badannya sudah bungkuk, namun setiap adzan berkumandang dia selalu pertama yang datang. Kakinya belum pernah menginjak halaman Ka’bah, namun bangunan yang sering dilihatnya di tivi itu sudah menancap di hati.. dijaganya setiap hari hingga nanti waktunya mati..

----------------------
                Waktu SMP di Jakarta 1992, pernah aku sekolah yang jam belajarnya dimulai jam 1 siang hingga 5 sore, ada sebuah mushola satu-satunya di sekolahku, setiap istirahat jam 3 mushola itu dipenuhi siswa yang sholat Ashar. Seluruh sudut mushola itu dilapisi karpet, tapi entah mengapa bagian kebersihan sekolah tidak terlalu memperhatikan kebersihannya. Bagian pintu masuk karpetnya sering basah, mengundang bau yang tidak sedap, ketika puluhan  kaki basah bercampur dengan keringat bersatu di karpet pintu masuk itu.
                Sering kali setiap sholat jika seminggu karpet belum dikeringkan baunya sampai tercium hingga ke depan. Aku yang ada dibelakang imam pun kadang menciumnya. Waktu itu aku sudah tau foto-foto Ka’bah yang aku lihat di buku pelajaran agama. Bayangannya mulai aku hadirkan setiap aku sholat… Ka’bah yang agung dengan jutaan orang yang tawaf mengelilinginya. Walau dari sudut mushola kecil di sekolah yang karpetnya berbau tak sedap. Aku coba hadirkan Allah yang Maha berkuasa, entahlah kapan aku bisa berangkat sholat di depan Ka’bah yang jauuuuh disana…


Saat SMP dulu, sholat masih dipantau pak guru..

INFO: Terbang Ke Tanah Para Nabi

     Perjalanan Umroh selalu memiliki cerita sendiri-sendiri yang dikenang oleh banyak orang yang sudah menjalaninya, termasuk saya yang tahun 2013 lalu berangkat umroh, ada banyak pengalaman yang terjadi ketika di Madinah maupun di Mekkah. Bagaimanapun perjalanan jauh dari Indonesia hingga ke tanah Arabia yang berjarak sejauh 9000 km pasti membutuhkan banyak pengorbanan di luar ibadah Umrah itu sendiri.

    Ibadah umroh tidak menjadi ibadah yang wajib bagi umat Islam, seperti halnya haji ibadah ini hanya untuk yang mampu, karena kondisi negara kita yang jauuuuuh dengan tanah suci tentu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk menjalankannya. Alangkah sayangnya ketika niat kita sudah ingin umroh sangat besar, nabung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tapi dijalan kita kayak dipersulit karena pelayanan yang tidak maksimal. Dengan banyaknya penawaran dari berbagai biro perjalanan semuanya itu menjanjikan sesuatu yang istimewa namun kadang kita yang kecewa. Kita inginkan perjalanan jauh yang nyaman akhirnya malah capek di jalan.

    Ketika saya dulu umroh, waktu di Masjidil haram saya ketemu dengan seorang jamaah dari Jakarta yang bercerita bagaimana perjalanan dari Jakarta hingga ke Jeddah itu dia menghabiskan lebih dari 24 jam! Hal itu karena travel yang memberangkatkan umroh itu memilih pesawat yang berbeda-beda dengan alasan biar lebih murah dan menghemat biaya, jadi dia berangkat dari Soekarno Hatta Jakarta terus terbang ke Kuala Lumpur, dari Kuala Lumpur terus dia terbang ke Bandara Colombo Srilangka, dari Colombo terus ke sebuah kota di Abu Dhabi, habis itu dari Abu Dhabi baru sampai ke Jeddah Saudi Arabia. Bayangkan berarti ada proses landing sampai empat kali dan itu pasti sangat capek, belum lagi proses pindah pesawat dan menunggu di bandaranya. Padahal menurut orang itu perbedaan biayanya tidak berbeda jauh, hanya 2 jutaan saja.

    Belum lagi berita baru-baru ini 240 orang rombongan umroh yang terdampar berhari-hari di Bangkok Thailand karena berangkat pakai pesawat carteran, dan ketika pesawat tersebut tidak mendapat izin mendarat di Jeddah Saudi Arabia maka pihak maskapai tidak berani memberangkatkan. Begitu semangatnya berangkat umroh, tapi sudah capek duluan di jalan karena akomodasinya gak jelas, bahkan sampai ada jamaah lanjut usia kelelahan hingga sakit, padahal belum menginjak tanah suci.. masih tertahan di Bangkok.

    Menarik ketika seorang kawan lain bercerita betapa nyamannya umroh dengan pesawat Garuda Indonesia, yang memang karena ini maskapai kebanggaan dari milik Indonesia sendiri, namun menjadi salah satu maskapai terbaik dunia dengan pengalaman yang mengesankan. Pramugarinya adalah orang orang dari Indonesia sendiri yang merekapun jelas melayani dengan bahasa Indonesia, layar monitor hiburannya pun kontennya mayoritas berbahasa Indonesia, ataupun kalo film luar negeri ada teks sehingga seluruh jamaah pun bisa menikmatinya, bukan hanya disuguhkan tayangan dari Timur Tengah yang berbeda budayanya dari kita. Lain waktupun saya melihat sendiri dari tampilan pesawat garuda Indonesia yang tempat duduknya begitu nyaman dan lega, pernah saya keluar negeri ke Hongkong, Macau atau ke Korea waktu itu saya naik dengan pesawat Garuda Indonesia itu sangat nyaman, menggunakan pesawat besar seperti Airbus 300 atau Boeing 777.
    Nah info dari Garuda nih, kelebihan lain juga ternyata kita bisa terbang langsung ke Saudi Arabia tidak harus dari Jakarta lokasi, tapi juga bandara besar lainnya yaitu dari Surabaya, Makasar dan juga Medan yang terbang langsung ke Jeddah tanpa transit. Soal makanan selama di perjalanan pun dijamin makanan Indonesia, dan tidak perlu ada biaya tambahan. Bagi penumpangnya Garuda Indonesia saat ini tawaran  tempat duduk yang lega pun jadi satu tawaran plus dibanding maskapai lainnya, sehingga badan pun tidak harus dilipa-lipat seperti duduk di dalam koper.. Hehehe.

    Tips buat kamu yang akan berangkat umroh lebih baik menanyakan secara detail kepada biro perjalanan umroh yang kalian pilih menggunakan maskapai apa, jika memang kenyamanan yang cari di perjalanan tentu terbang bersama terbang Garuda Garuda Indonesia menjadi satu pertimbangan yang utama..
Tetep inget ya, ibadah umroh itu yang utama di Tanah Sucinya, luruskan niat, siapkan mental, siapkan biaya secukupnya.. Karena tidak mungkin tahun 2015 nanti kita berangkat umroh dari Indonesia ke Saudi Arabia naik onta...

Bismillah..semoga semua kawan-kawan bisa berangkat ke tanah suci bersama keluarga



Sabtu, 29 November 2014

Doa Para Waria

Yang kutahu semua yang ada di bumi adalah ciptaan Allah.. termasuk manusia, apakah dia pria, wanita, atau gabungan dari keduanya. Dan aku yakin, mereka semua berhak berdoa pada Tuhannya.

Wates, Kulonprogo 1995
            Kereta ekonomi Empu Jaya yang membawaku dari Jakarta sejak kemarin sore ini jalannya seperti keong gemuk yang sedang bunting. Lambaaat sekali! Kereta ini juga rajin silaturahmi, tiap stasiun kecil pun dia berhenti, mungkin masinisnya wajib menyapa dengan penjaga stasiun kecil itu, mereka mengobrol lima sepuluh menit, bahkan setengah jam… barulah kereta ini berjalan lagi… brrrr!!!
            Sudah jam 9 pagi, berarti sudah 16 jam aku di kereta ini. Bau keringat menyeruak di semua gerbong, kamar mandi tidak ada air, pesingnya bisa membuat dinosaurus pun muntah jika masuk ke dalamnya. Udara panas luar biasa, tidak ada kipas angin yang menyala. Suara tangis bayi bersautan disini dan disana.. sementara sang ibu kewalahan menenangkannya.
            Suasana semakin meriah dengan kehadiran mereka, empat orang waria dengan dandanan bak artis dangdut ibukota paling cantik sedunia! Bibir merah dan menor, bulu mata lentik, wig warna warni, rok mini dengan stocking warna ngejreng, serta bau minyak nyong-nyong yang baunya nyegrak luar biasa.
“Selamaaatt pagi mas-mas yang ganteng semua, ijinkan kami menghiburrr anda semua biar pagi ini gak loyo lagi! Ayo maaasss.. werrr ewerrr ewerrr…” seru yang paling jangkung menyapa.
Lalu dengan cueknya mereka menyanyi tak ewerrr eweerrr dengan vulgarnya, bergoyang mengikuti suara kicikan dengan sesekali bibir dimonyongkan. Satu orang mendekati para penumpang, mengulurkan sebuah kantong plastik bekas permen, berjalan dari kursi-kursi. Yang memberi diucapkan terimakasih, yang tidak memberi disambar dengan kata-kata, “mbok dadi uwong ojo pelit-pelit masss…”dengan suara mengalun sinis.
Seorang penumpang yang memberi uang lembaran diberi bonus dengan towelan manja di janggutnya. Yang ditowel langsung mengibaskan tangan mungkin karena jijiknya. Suasana semakin rame, ada yang tertawa.. ada yang mencaci di sela ucapannya.

      
                                          From: http://khodijah-nazwa.blogspot.com/2012/09/semangat-hidup-kaum-transgender.html

Suara peluit kereta berbunyi! Mungkin masinis dan penjaga stasiun sudah selesai ngopi, kereta ini mulai berjalan lagi. Ke empat waria yang sudah ada di ujung gerbong berhamburan melompat keluar sana. Yang terakhir melompat sempat berkata dengan lantangnya:
“terimakasih buat mas mbak bapak ibu semua, yang udah ngasih saya doakan masuk surga.. yang gak ngasih masuk neraka.. dadaaaaa”
dan tubuh kekarnya langsung melompat keluar kereta, wig yang dipakainya nyaris lepas, untung tidak ada penumpang yang melempar botol dari atas.. kena kepalanya bisa bablas!

Satu jam kemudian kereta ini sampai di stasiun Tugu Jogja, setelah 8 tahun aku sekolah di Jakarta, hari ini aku kembali menghirup udara Jogja untuk melanjutkan ke SMA. Tiga tas yang penuh baju dan buku begitu membebaniku, di kota inilah akan ada ribuan kisah yang mengharu biru..

INFO: 8 Alasan kamu ikut Kompetisi Wirausaha Mandiri
















1. Berani Eksis! Kalo bisnismu sudah minimal berjalan satu tahun, sudah terbukti berjalan dan menghasilkan profit, maka Wirausaha Mandiri jadi wadah yang bagus untuk menunjukkan bisnismu pada dunia luar. Jangan jadi semut dalam tempurung.. Udah kecil dikrukupin lagi, waah sayang!

2. Test Mental. Tunjukin kalo bisnis kamu ini beneran bukan abal-abal. Disini kamu akan diuji di depan para juri. Kadang lebih serem dibanding ujian skripsi, tapi sekaligus lebih menyenangkan.. Soalnya kamu presentasi bisnis yang ada duitnya, bukan hanya teori rangkuman dari buku-buku tebal!

3. Berani Jualan berani tanggungjawab. Disini kamu mentalmu diajak berani tanggungjawab. Jualan itu bukan hanya soal beli berapa jualan berapa untung berapa. Kamu diajak untuk bertanggungjawab juga secara sosial, apakah bisnismu punya dampak positif buat masyarakat, atau malah jadi beban buat masyarakat dan merusak lingkungan? Nah lhoo.. 

Kamis, 06 Maret 2014

Akhirnya buku Kedua Saptuari Launching Juga, ada 15 tulisan yang menggetarkan hati!

Sebuah buku hasil menemukan kisah-kisah nyata di sekitar, sangat menarik untuk koleksi pribadi atau hadiah untuk orang-orang yang kamu sayangi..

komentar mereka tentang buku ke dua "Catatan Indah Untuk Tuhan"
"Membaca tulisan yang menyentuh biasanya saya meneteskan airmata, tapi kalo membaca tulisan Mas Saptuari saya banjir dan mandi airmata." -Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia

"Menyebut Saptuari adalah menyebut humor, kerja keras dan kedermawanan. Tiga berkah satu kemasan." -Prie GS, Budayawan


Acara bedah buku diadakan di Toko Buku Toga Mas Jogjakarta, tanggal 1 Maret 2014, dihadiri para pembedah yang keren: Gus Miftah, Hanafi Rais, Arief Budiman, Andika Syafaat dan Ismail Sukribo, serta seratusan para pencinta buku di Jogjakarta.

Senin, 14 Oktober 2013

Tuhan Maha Sutradara

“sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik di depan Tuhan, juga sesuatu yang kau anggap buruk belum tentu buruk di depan-Nya. Karena Dialah sutradara terhebat sesungguhnya..”

Jogjakarta..
Siang yang panas memeluk daun-daun yang saling bergesek, pohon-pohon rindang di halaman panti asuhan itu saling merangkul, menyebarkan angin semilir dengan suara yang lembut berbisik. Siang yang sunyi, saat sebagian orang-orang bekerja, sebagian lain beristirahat melepas lelahnya.

“Aku pengen pergi dari panti ini mas, sudah 24 tahun aku disini.. ingin rasanya untuk segera bisa mandiri. Aku membayangkan punya suami yang normal, walaupun kondisiku seperti ini, tapi ada gak ya yang bener-bener serius sama aku. Apa aku gak tau diri ya mas kalo ngarepin jodohku lelaki yang sempurna..
apa hidupku sampai tua hanya di panti ini ya mas, sendirian tiap hari di meja ini”
Pandangan Putri Herlina kosong ke depan, aku yang duduk di sampingnya berusaha jadi pendengar yang baik.
“ya banyakin berdoa aja Put, minta sama Allah langsung.. Dia yang punya pabrik jodoh. Dia kan yang bisa merubah segalanya..”
jawabku singkat.


Putri waktu ikut blusukan bareng #SedekahRombongan di Kulon Progo

Rabu, 07 Agustus 2013

Ramadhan terakhir

"Demi masa, manusia benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati untuk mentaati dalam kebenaran.." (QS-Al Asr)

2006
Tayangan di TV itu membuatku tertegun, dengan berlinang air mata Taufik Savalas tersedu-sedu ketika diwawancara wartawan tentang kegiatannya selama Ramadhan ini. Taufik bercerita seminggu yang lalu dengan sebuah bis penuh anak yatim dia mengajak mereka ke sebuah tempat wisata.

”Seneeeeng mas lihat mereka bisa main bareng, belum tentu saya dapat ketemu Ramadhan lagi tahun depan, gak bisa ngajak mereka main lagi..” 
katanya terbata-bata, matanya sembab, tangannya berulangkali menyeka air matanya. Taufik yang biasanya lucu di TV tiba-tiba menjadi orang yang sendu mengharu biru.

Entah apa yang ada di benak Taufik Savalas waktu itu, sehingga pertanyaan wartawan itu dia jawab hingga meneteskan air mata, seolah-olah ada sesuatu yang sangat menyentuh dirasakannya. Bulan Juli 2007 dalam perjalanan untuk shooting sebuah acara di Purbalingga, mobil yang Taufik tumpangi dihajar truk tronton bermuatan semen yang melaju kencang. Taufik meninggal bersama 2 penumpang lainnya.

Wawancara 9 bulan sebelumnya itu seperti sebuah pesan, ketika jatah waktunya di dunia sudah habis, apapun alasannya maut bisa menjemputnya dengan berbagai cara. Taufik memang tidak bertemu lagi dengan Ramadhan yang tiga bulan lagi akan menjelang. Dia pergi dengan meninggalkan nama baik, ditangisi jutaan orang yang selama ini terhibur dengan tingkah gayanya. Stand Up komedi yang dulu jadi icon dirinya, sekarang jadi acara-acara favorit di berbagai stasiun TV. Bahkan menjadi segmen wajib di berbagai acara kampus, di pesta-pesta, dan acara kumpul-kumpul lainnya.
Banyak yang kangen dengan tubuh gembulnya, canda tawa polosnya... hanya terobati dengan video-video lawas yang diakses melalui sosial media..


-------------------------------

Sabtu, 11 Mei 2013

Tuhan Sepanjang Masa...

Tak perlu berimajinasi tentang mukjizat para Nabi sambil mengerutkan dahi, sungguh engkaupun bisa melihatnya sendiri di zaman serba modern ini... Walau sederhana, itu akan membuatmu mengakui Kekuasaan-Nya..

3000 tahun lalu, kala itu di jaman hidup para Nabi-Nabi...
Firaun murka luar biasa, Musa bayi yang sejak kecil dirawatnya sekarang menjadi pembangkang paling nyata. Dia tidak mengakui ketuhanannya.. Musa malah mengajak orang-orang untuk menyembah Allah, Zat yang kasat mata, entah dimana keberadaannya.
Firaun menyesal, kenapa Musa ketika dulu ditemukan istrinya di sungai Nil tidak langsung dibunuhnya bersama ribuan bayi lainnya di jazirah Mesir ini, sekarang terbukti anak angkat yang dibesarkan di istananya itulah yang sekarang justru menjadi orang yang menantangnya.
Ahli nujum dari pelosok negeri sudah berkumpul di istana itu, wajah mereka seram dan sangar menunjukkan keangkeran.
"Lemparkan tongkat kalian...!!" Teriak Firaun
Tongkat berbagai ukuran dilempar ahli nujum itu ke lantai istana, seketika tongkat itu menjadi ular-ular kecil yang bergerak ke arah Musa.
Dalam kondisi kritis itu Musa mendapat perintah dari Allah untuk melemparkan juga tongkatnya.
Tongkat itu menyentuh lantai dan tiba-tiba berubah menjadi ular besar yang langsung memangsa ular-ular kecil milik ahli nujum itu.
Habis ludess... tak bersisa...
Para Ahli Nujum itu mundur teratur, mereka malah berfikir kalo sihir Musa lebih hebat dari sihir mereka..
Di hari-hari selanjutnya Firaun semakin murka, Musa dan pengikutnya dikejar dan akan dibunuh agar tidak ada lagi yang melawan dan menentangnya. Musa dan pengikutnya terjebak di tepi laut Merah, sementara Firaun dan pasukannya datang dengan gagah perkasa membawa debu-debu tebal dalam derap langkah kuda.
Musa mendapat perintah lagi dari Allah untuk memukul tongkatnya ke air laut di depannya. Seketika laut itu terbelah, dasarnya terlihat hingga batu-batunya, seperti membuka jalan untuk dilewati mereka.
Musa dan pengikutnya bergegas melewati jalan di dasar laut itu, menuju tanah Arabia di sebrang sana. Pasukan Firaun yang ada di belakangnya pun mengikuti mereka, menyibak jalan yang kanan kirinya penuh air laut seperti disekat kaca.
Ketika Musa dan pengikutnya sampai di ujung sana, Allah memerintahkan untuk memukulkan kembali tongkatnya, seketika air laut itu menutup kembali, menelan Firaun dan pasukannya penuh murka, tenggelam dalam laut Merah yang dalam.. Seram menyesakkan..

Kisah ajaib itu ada dalam Al Quran, diceritakan turun temurun di setiap pengajian, mengisi imajinasi tinggi dalam pikiran santri-santri, dari Pondok megah, hingga santri-santri bersarung kumal di surau-surau pinggir dusun dan perkampungan. Wajah lugu mereka takjub dengan kehebatan Nabi Musa, dengan mulut ternganga wajah mereka ditimpa cahaya dari lampu minyak suram berjelaga..


--------------------

Senin, 22 April 2013

Para Perayu...

"Tuhan senang kepada orang-orang yang manja kepada-Nya" - Emha Ainun Nadjib

Pesan Trend Ilmu Giri, Selopamioro Bantul.. Pertengahan 2012
Mujahadah malam itu baru setengah jalan, 300an jamaah yang berkumpul di tempat itu masih berdoa, masing-masing memanjatkan hajatnya. Usai membaca Al Fatehah 41 kali, seluruh jamaah berdiam diri.. Sunyi..
KH. Nasrudin Anshory mengajak seluruh jamaah untuk berdoa, apapun yang diminta, keheningan lereng bukit itu, semilir angin menjadi saksinya.. Seolah malaikat turun bersama para petani yang datang berduyun-duyun berjalan kaki, menghimpun doa-doa mereka yang berserakan dan membawanya ke langit sana...

Usai berdoa, tausiyah malam itu Gus Pur yang berbagi cerita, bersama ayam ingkung dan nasi gurih yang dibagi kepada seluruh jamaah...
"Ada seorang Kyai pimpinan Pondok Pesantren di Purworejo sana yang mengajarkan kita tentang ilmu Tauhid dengan cara sederhana..." Gus Pur mulai berbicara.
"Beliau sangat menjaga sholatnya, bukan hanya kata-katanya yang lembut tapi juga kebersihan tubuhnya. Jika menjelang sholat Dzuhur jam setengah dua belas beliau sudah mandi, berganti baju, menyisir rambutnya, memakai minyak wangi, rapi seperti akan bertemu dengan kekasihnya.. Adzan berkumandang beliau sudah ada di Masjid, beribadah dengan begitu tenang.. seolah dunia dan seisinya tidak mempengaruhi kekhusukannya.." lanjut Gus Pur
"Begitu juga ketika akan Magrib, jam 5 beliau sudah rapi, menunggu petang dengan tenang, seolah-olah Magrib datang adalah pertemuan dengan kekasihnya yang telah lama dirindukan... Berdoapun beliau begitu khusuuuk, menadahkan tangan seolah-olah itu adalah sholat terahirnya"

Jamaah yang hadir terdiam...
"Sementara kita, kadang sholat hanya sebagai syarat.. Buru-buru dikejar waktu, pertemuan dengan Allah hanya seperti mengisi absen di kantor, begitu cepat dan kita pergi lagi.. Tidak ada dialog dari hati, sholat kita seperti tak dinikmati..."
Aku pun mengangguk mengiyakan...
"Sekali waktu seorang santri mengabarkan kalau motor pak Kyai hilang, jawaban beliau nyaris tanpa beban kehilangan.. 'Kalo Allah menghendaki motor itu kembali, pasti akan kembali lagi..'
Tak lama seorang santri datang lagi, mengabarkan kalau motor sudah ditemukan, mogok dipinggir sawah dan ditinggal maling yang mengambil dari pekarangan..."
"Itulah bedanya kita dengan beliau, kita kalau kehilangan motor pasti yang dituju pertama paranormal dan polisi... Kalau pak Kyai pasrahkan pada Allah, Dia yang Maha Kuasa yang akan mengurusnya.. Yakin se yakin-yakinnya"

Angin semilir di Bukit Selopamioro yang sunyi ini seolah ikut membisu, mengajak semua hati yang hadir untuk takhluk pada-Mu...

-------------------------------

Sabtu, 20 April 2013

Misscall dari langit..

Ketika Tuhan memanggil, apakah kita terus berpaling..?

Tebet, Oktober 2011
Warung Ayam Bakar Mas Mono siang itu penuh pengunjung, menjelang tengah hari orang-orang berdatangan untuk makan siang. Dulu warung ini hanyalah warung mungil yang nempel di tembok sisi kanan, perjalanan waktu dan kegigihan Mas Mono dalam membangun bisnisnya membuat warung itu membesar, melebar dan mengalirkan pundi-pundi uang yang tak berkesudahan..

"Saaap.. tunggu dulu yoo, aku meluncur kesitu bawa Alphard baru nih! gress dari dealer!" teriak mas Mono via HPnya
"Yooo tak tungguuuu.." balasku sambil berseru..
kawanku ini memang unik, selalu ada kejutan yang nyleneh. kali ini apalagi yang bakal jadi guyonannya..
"Sap.. lihat keluar.. lihat keluar!!" 
"thoot thooot!! sebuah bajaj dengan warna orange mengkilap masuk ke halaman warung itu, mungkin itu klakson kereta yang dipasang.
lalu nongol lah kepala manusia itu..
"apik to alphard ku! haa... hahaha!!" katanya cengengesan
begitulah gayanya, rejeki memang gampang datang kepada orang-orang yang suka gojekan.. ibuku dan istriku yang terus tertawa terpingkal-pingkal





Minggu, 14 April 2013

Ibumu... (lagi)

datangi ibumu... rasakan getarannya.. dalam dirinya ada keberkahanmu, keajaibanmu, asal kau tau cara mendapatkannya...

Rumah Sakit Panti Rapih Jogja 2012...
"Sebaiknya pasien ini dibawa pulang saja, sudah seminggu tidak ada perkembangan yang berarti. Setengah koma, banyak organ tubuhnya yang sudah tidak berfungsi.. Dana dari #SedekahRombongan bisa digunakan untuk pasien lainnya yang lebih membutuhkan.." Dokter itu menjelaskan pada kurir #SR yg malam itu ada disana.

Karman dan Faisal berembuk, malam itu juga atas persetujuan keluarga bu Mugiyem kami antar pulang ke Bantul. Ambulance #SedekahRombongan melaju di Jogja yang mulai gelap, usaha maksimal sudah diberikan namun kondisinya terus mengalami penurunan.
Di rumah sederhana itu warga sudah berkumpul, sejak beberapa hari lalu digelar pembacaan Yasin untuk kebaikan bu Mugiyem. Apapun kondisinya keluarga sudah pasrah. Dibantu beberapa warga tubuh kurus itu diturunkan dari ambulance. Faisal dan beberapa kurir masuk ke dalam.
Suasana hening, wajah bu Mugiyem tampak melotot dengan mulut terbuka. Nafasnya masih ada, sesekali tersengal-sengal walo lemah, ingin mengatakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan sisa tenaganya.
"Endi mbokne? Kon ndene.." Sesepuh desa meminta ibu dari bu Mugiyem mendekat, duduk di ruang tengah itu.
"Simbok, Gusti Allah itu Maha Pengampun.. Lihatlah anakmu ini, saat ini diantara kondisi hidup dan mati, Allah seperti menunda-nunda kematiannya karena ada sesuatu yang belum terselesaikan.. Simbok, jika memang anakmu ini ada salah maafkankan, semua kesalahannya dari yang dulu masih membuat sakit di hati simbok, ikhlaskan semua.. agar jalannya pulang dimudahkan Allah" suara sesepuh itu berwibawa memintakan maaf bu Mugiyem.


Minggu, 20 Mei 2012

Menebak Kematian

Dia sangat dekat, menyapaku menyapamu tanpa bisa terhalang tembok yang tebal.. dia tetap datang walau wajahmu ditutup dengan bantal..

Cupertino California, 4 Oktober 2011
Para penggila Apple hari ini menunggu peluncuran produk Apple terbaru, yang rumornya adalah iPhone 5. CEO Apple yang baru Tim Cook untuk pertama kalinya muncul di depan panggung megah itu. Selama ini sosok yang paling ditunggu-tunggu dalam setiap peluncuran produk baru Apple adalah sang maestronya.. Steve Jobs, namun kanker pankreas yang dideritanya selama bertahun-tahun memaksa si genius itu untuk mundur dari jabatannya. Ternyata yang diluncurkan hari itu bukanlah iPhone 5 seperti yang santer dibicarakan banyak orang. Produk baru itu namanya iPhone 4S, hanya upgrade dari iPhone 4 yang sudah launching awal tahun 2011 lalu. Entah ini sebuah kebetulan atau tidak, 4 dalam kepercayaan China adalah huruf ‘Mati’... mereka menjauhi angka 4, bahkan banyak gedung-gedung di Jakarta yang tidak punya lantai 4, kita tidak menemukan angka itu di dalam tombol lift. S adalah Steve... sehari kemudian Apple dan dunia berduka, 5 Oktober 2011 Steve Jobs meninggal dunia. Kepergian sang jenius yang merubah dunia diantar oleh produk baru yang tetap laris manissss! iPhone 4S....