Thursday, April 26, 2018

DOMPET SAYA MAKIN TIPIS...

Isinya hanya 2 kartu debet, 2 SIM A & C, dan 1 KTP, serta beberapa lembar uang sadja.. 


Tidak ada lagi 4 kartu kredit yang dulu membuat sesak..

Tidak ada lagi kartu member 3 asuransi yang saya dulu ikuti.. 

Tidak ada kartu-kartu belanja diskonan dari berbagi toko yang menjebak memaksa belanja, dulu di dompet bertumpuk banyaknya..


Dompet saya makin tipiss.. 

Tidak masalah disebut gak gaul karena gak punya banyak kartu kredit.. 





Gakpapa kalau dibilang gak safety karena gak tercover jiwanya oleh asuransi..

 

Toh tiap hari kita diajarkan berdoa dalam sholat: inna sholati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirobbilalamin.. 

"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH Tuhan semesta alam.."


Dompet makin tipisss..

Mau ada tawaran cicilan gadged 12 bulan 0% pun dah gak nafsu lagi.. Tiba-tiba hilang semua nafsu belanja!

Kalo ada uang dana pas butuh ya beli cash, kalau gak butuh ya gak usah beli.. Gak usah maksa mencicil yang bikin "mecicil".. 

kuncinya.. Sabaaaarrr!


Tiba-tiba selama berbulan-bulan tidak ada lagi kertas-kertas tagihan kartu kredit dan premi asuransi.. 

Tak ada pak pos dan kurir yang mengetuk pintu lagi..

Duluuu.. Tiap dapat setumpuk tagihan kartu kredit, mules tiap melihat angka-angka interest... Interest.. Yang tak berkesudahan! Bunga kok berbunga... Bayar sedikit eh berbunga lagi.. Kejamnya dunia..


Lalu biasanya nyesel..

Ya ampuun! Kemarin nyicil beli ini pakai kartu ini..

Duuh! Nyicil yang itu gesek pakai yang itu.. 

Ampuun deh! Makan bareng keluarga aja bayarnya pakai kartu utangan.. Sepanjang jalan pulang dari restoran, yang masuk ke perut adalah makanan-makanan utangan dengan akad riba bunga berbunga... 

Geseeek teruus!

Hajaarrr teruus!!

Mainkan sekarang.. Urusan belakangan!


Ada kawan yang punya 10 kartu kredit, 9 dipotong, tinggal 1 yang enggak..

"Buat jaga-jaga mas, kalo mendesak.."

"Berarti kamu gak percaya sama Allah, kamu masih menjagakan kartu utangan itu untuk kebutuhanmu, kalau tawakal pada Allah itu total, maka setiap ada kebutuhan ya minta dan bersandar pada Allah... Soal jalannya, biar Allah yang akan menentukan 'min haitsu la yahtasib'.. Dari jalan yang tidak terduga-duga.."


Dia bengong.. 


"Bro.. Semut itu keluar lubang rejekinya dijamin sama Allah, cicak nempel di dinding dapat makanan hewan bersayap yang bisa terbang.. Nyamuk! Kamu yang sehari lima kali sholat jengkang-jengking nyembah Allah Yang Maha Kaya, masak sih gak dijamin olehNya?"


Akhirnya kartu utang terakhirnya itu bernasib sama, dedel duel dipotong-potong dengan gemesssnya.. 

Perang melawan nafsu itu sungguh luar biasa!


Ketika kita beradzam bebas hutang.. Meninggalkan riba, tauhid kita diuji..

Kesabaran kita pun harus nambah berkali-kali.. 

Namun ratusan testimoni di Facebook ini jadi saksi, orang-orang yang bertaubat pada Allah, lalu berazam (bercita-cita mentooook bebas utang), 

Allah hadirkan kemudahan... 

Kemudahan... 

Kemudahan.. 

Kemudahan.. 

Kemudahan.. dari jalan yang tidak terduga-duga.. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‎ 

“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”  

[HR. Ibnu Majah no. 2400] 


Sekarang lihat dompetmu..

Masih terasa sesak dengan beban yang nancep sakiiittt di hati?! 

Atau sudah enteng? Tanpa beban tagihan yang bikin hati tenang saat ibadah pada illahi...


Salam,

@Saptuari



Monday, April 23, 2018

SEDEKAH RAHASIA...

Semua masalah yang hadir di kehidupan kita wajib dipandang dari sisi spiritual. Apakah ini ujian atau azab? 

Ujian jika masalah itu membuat kita makin dekat dengan ALLAH, dan akhirnya ALLAH bukakan banyak pintu kemudahan sesudahnya.

Azab jika masalah itu membuat kita makin jauh dari ALLAH, periode lebih lama, dan kuncinya kalau gak segera taubat maka akan makin menghancurkan kehidupan kita.

Bisnis hancur, keluarga sakit, kecelakaan, utang macet, kisruh rumah tangga, musibah beruntun, bawaannya sial terus... 
ambil kaca, apakah ada dosa-dosa masa lalu yang belum bener-bener kita minta ampun pada ALLAH? 
Jika hati kita menemukannya, waspadalah.. bisa jadi itu adalah azab dunia yang sedang ALLAH timpakan pada hidup kita. 

Sunday, April 22, 2018

JIKA RASULULLAH SEKARANG DI DEPANMU, APA YANG AKAN KAU KATAKAN?

Pembuat video itu memberikan satu pertanyaan makjleb yang membuat empat orang itu langsung terdiam. Wajah mereka terkejut sesaat, lalu mereka mengungkapkan keinginannya di depan manusia mulia itu, terpana, menangis terbata-bata..


Pertanyaannya adalah: “Jika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sekarang ada di depanmu, apa yang akan kau katakan?




Jika saya yang ditanya begitu, pasti saya juga akan terdiam.. mikir... terpisah waktu 14 abad, tak pernah punya bayangan bentuk wajah Rasulullah, tapi selama ini diajarkan untuk selalu bershalawat kepada beliau dan meneladani semua nasehatnya.. 


Jika Nabi ada di depan saya saat ini, tentu saya memilih untuk mengakui kesalahan-kesalahan sepanjang hidup ini, berharap beliau memaafkan dan memberikan syafaatnya untuk menambal bolong-bolong amal ibadah saya... 


Duh Kanjeng Nabi... 

Saya ini mengaku sebagai pengikutmu, tapi sholat masih suka tidak tepat waktu.. 


Ibadah sunnah masih terbengkalai, alasan sibuk sepanjang hari akhirnya tak tertunai...


Sedekah saya jauh dari ikhlas, masih suka pamer demi pujian orang sekitar..


Saya belum bisa konsisten ngaji tiap hari, Alquran sering berdebu di atas tumpukan buku..


Bertahun-tahun saya ini pemakan riba wahai Nabi, tak peduli bahwa engkau melaknatnya saya tetap cuek dan angkuh saja..


Saya pernah dan sering takut kehabisan rejeki, sehingga yang nyrempet haram pun saya gak peduli.. 


Saya pernah menyuap petugas disana-sini, demi urusan saya dilancarkan, demi masalah saya dimudahkan...


Saya punya banyak janji kepada kawan, yang sampai hari ini lupa tidak tertunaikan..


Orang tua belum saya muliakan wahai Nabi, saya pernah berkata keras yang membuat mereka sakit hati.. 


Saya masih menggunakan HP ini untuk bermaksiat wahai Nabi, zina mata terpapar setiap hari.. 


Saya masih suka menghasut dan ghibah setiap hari. Menceritakan keburukan orang lain sungguh lezatttt sekali..


Saya masih suka iri dan dengki jika melihat orang lain lebih banyak dapat rejeki. Saya gak bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki.. 


Hati saya gampang panaaasss ketika dihina, padahal saya sesungguhnya lebih hina, hanya ALLAH masih menutup aib-aib saya..


Saya masih mementingkan perut sendiri, padahal ada banyak anak yatim dan orang miskin yang belum tersantuni.. 


Saya mencintai harta saya wahai Nabi, seolah akan hidup selamanya. Beraaaat tangan ini jika kau minta untuk sedekah setiap hari..


Saya punya usaha yang mendatangkan rejeki, tapi saya belum bisa menjadikan karyawan saya taat pada Ilahi.. 


Nafsu saya masih pada dunia wahai Nabi, masih menghitung-hitung rupiah yang saya dapatkan, tapi beraaaat untuk saya keluarkan walau di jalan ALLAH yang penuh keberkahan... 


Wahai Kanjeng Nabi, dengan seluruh kehinaanku apakah aku layak dapat syafaatmu?


Kawan, sekarang bola kulempar kepadamu... 

Jika saat ini Rasulullah ada di hadapanmu, apa yang akan kau katakan langsung dari mulutmu?


@Saptuari







Monday, March 19, 2018

KOMUNITAS TARIK GORDEN!!

"Ash-shalaatu khairum minan-nauum....

Ash-shalaatu khairum minan-nauum...."

... Sholat itu lebih baik daripada tidur

... Sholat itu lebih baik daripada tidur


Lafadz Adzan yang hanya ada di waktu subuh itu mendayu-dayu setiap pagi, menyampaikan pesan dari Allah yang mengajak umatnya untuk bangun dari tidurnya, lalu mendekat pada penciptaNya.. Seolah-olah Allah berkata pada kita "kemarilah wahai hamba-hamba ciptaanKu, bangunlah.. Sujudlah.. Aku akan membagikan keberkahan yang luar biasa untukmu"





Dalam banyak riwayat, Kanjeng Nabi Muhammad mengajarkan keutamaan sholat melalui Quran dan Hadist, antara lain:

1. Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah RA sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah, kemudian mengatakan kepadanya :

“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”


2. "Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (Hadist Riwayat Muslim)


3. "Shalat terberat bagi orang-orang MUNAFIK adalah shalat Isya’ dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (Hadist Riwayat Ahmad)


4. "Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” 

(Hadist Riwayat Muslim)


5. “Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.” 

(Hadist Riwayat Ibnu Majah). 


6.  “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” 

(Hadiat Riwayat Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (Hadist Riwayat Muslim)


7. “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” 

(Hadist Riwayat Tirmidzi)


Ketika dulu saya menjadi member Komunitas Tarik Gorden atau KTG, sholat subuh adalah yang bikin deg-degkan.. Beraaaattt sekali! Buka gorden.. "Lho kok sudah terang-benderang?"

Lalu wudhu dengan terburu-buru, memakai sarung ala kadarnya, gelar sajadah yang terlipat di ujungnya.. Dan tentu, gorden saya tarik agar suasananya kembali gelap gulita, saya maluuu kalau:

1. Matahari mengolok-ngolok lewat sela jendela sambil berkata: "cieee cieee.. Subuhan nih yeee"


2. Ketahuan sama keluarga atau teman lainnya, yang melongok ke dalam kamar, lalu mereka akan menyindir dengan bahasa yang bikin nyesek: "subuhan jam segini lu? Malaikat dah tutup buku bro! Dah naik lagi dia ke langit.."


Dan memang benar.. Sholat jadi kemrungsung! Kayak pengennya segera sampai finish saja.. Sambil berkata: "oooooiiii malaikat catat dulu ini amalkuuuu... Jangan pergi duluuu!!"

lsholat ngebuuuutt asal gugur kewajiban, urusan khusuk dan sahnya belakangan..


Dan saya tidak sadar, di jidat saya ternyata sudah dikasih label MUNAFIK oleh Nabi langsung..

Usai sholat badan lesu, mood jeleknya kebawa sampai seharian, dan datanglah masalah-masalah, kesulitan yang datang tidak terduga. Seolah-olah hari itu memang rejeki begitu sulitnya terhalang berbagai masalah, dan saya memang tidak pantas mendapatkan keberkahan hari ini di dunia.. 


Ketika saya pengen keluar dari anggota Komunitas Tarik Gorden, saya pasang alarm biarkan sampai 5 menit itu menyala.. Minggu pertama begitu beratnya, ketika datang ke masjid terlambat saya takjub menyaksikan mereka.. 3 shaf manusia yang sedang sujud takhluk pada TuhanNya di waktu hari masih gelap dan dingin menyergap.. 




Saya iriiiiiii luar biasa, merekalah manusia-manusia yang kaya raya sesungguhnya di dunia, yang kelak di akherat mendapat perlindungan langsung dari Tuhan-nya, dari api neraka yang menyala-nyala..


@Saptuari


Friday, March 16, 2018

TUHAN YANG TERLUPAKAN..

Ada status di Facebook kemarin begitu histeris..
"Ya ampuuun baru kemarin ada yang gantung diri, sekarang ada yang gantung diri lagi.."

Fenomena bunuh diri terjadi dimana-mana, alasannya dari mulai sakit tak kunjung sembuh, terlilit utang, depresi, hingga masalah keluarga. Di Gunung Kidul Jogja ada mitos pulung gantung, jika usai magrib ada cahaya api di langit, pasti ada yang mau gantung diri. Data tahun 2015 ada 33 warga yang gantung diri. Triwulan pertama 2016 sudah 5 orang yang gantung diri.. 
Memilih mati, karena tak sanggup lagi menghadapi masalah hidup..




Sunday, March 11, 2018

REJEKI "BERKAH" DARI PARKIRAN..

Jogja 2015, ketika parkiran bandara Jogja belum seperti sekarang...

Hari ini saya ada undangan sebagai pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba di Jakarta, seperti biasa saya selalu PP gak pernah menginap, berangkat pagi pulang sore, atau berangkat siang pulang malam. 

Sengaja saya bawa mobil dan saya tinggal di Bandara Adi Sucipto Jogja, saya parkir di parkiran VIP sebelah timur biar kalau pas pulang tidak perlu ke sebelah utara rel. Di parkiran ini tidak ada papan pengumuman bahwa parkir dibatasi jam, penjaganya pun masih manual. Tidak ada mesin parkir yang mendata berapa jam lamanya parkir. 

Saya ingat kalo mobil menginap bisa di parkiran sebelah utara bandara, semalam 30 ribu. Saya pernah 3 hari meninggalkan mobil disana membayar 90 ribu. Akadnya jelas di depan, sepakat dan saling menyetujui ketika kunci saya tinggal. 



Thursday, March 8, 2018

MAKANPUN MAU DIKORUPSI..

Maret 2017...

Dalam kereta malam perjalanan pulang Bandung-Jogja sebuah pesan WA masuk dari manager saya, tentang konsumen yang makan habis 154.000 minta di nota ditulis 250.000 untuk dimintakan ganti ke kantornya. Manager warung menolaknya dengan resiko dapat suara sinis dan mungkin dia tidak mau datang kembali..

Di usaha saya yang lain pernah terjadi, pesen mug souvenir minta harga di top up dengan permintaan dia, dengan janji nanti akan datang lagi rutin untuk pesan banyak lagi dan lagi... 

Manager Kedai menelphon saya tidak berani mengambil keputusan, saya jawab: "kalau kau kasih kesempatan maka bukan tidak mungkin engkau kecipratan dosa tolong-menolong dalam keburukan.. awas lho, Gusti ALLAH itu tidak tidur.."
Akhirnya manager itu dengan gagah berani menolaknya walau dapat iming-iming job selanjutnya..




Monday, March 5, 2018

KA'BAH TAK TERLIHAT..


Mekah, April 2017

Umroh kali ini saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan cerita di tanah suci. Muthowif umroh ustadz Abdul Basit yang sudah 4 tahun tinggal di Madinah bercerita tentang pengalamannya membawa banyak rombongan umroh dari Indonesia. 

"Saya pernah mendampingi rombongan ibu-ibu mas untuk tawaf, masuk ke Masjidil Haram kami sampai di pelataran Ka'bah, mereka yang baru pertama langsung takjub dan berhamburan air matanya. Nah ada seorang ibu yang tiba-tiba bertanya dengan suara keras.. mana ustadz ka'bahnya?! mana saya gak melihatnya! Waduuh kaget saya.. padahal kami hanya berjarak 30 meter di depan Ka'bah, satu rombongan hanya dia yang tidak bisa melihat Ka'bah..."

Astagfirullah.. terus gimana tadz?



Saturday, February 3, 2018

3 Tahun Lebih Saya Tinggalkan... Baiklah Saya Ngeblog Lagi!

Waktu itu di Bandara Adisucipto Jogja, saya sedang duduk menunggu pesawat berangkat. Seorang lelaki tiba-tiba berdiri di depan kursi tempat saya duduk, mengeluarkan HP dan mengetikkan sesuatu.. terus dia memandang saya, lihat lagi ke HP.. melihat saya lagi.. lihat HP lagi..
saya merasa seperti segumpal daging di kotak pendingin supermarket yang siap dijamah dan ditimbang..

"eeehh... ini mas Saptuari ya?" katanya sambil menunjukkan layar HPnya.

"eh.. iya mas, pripun?" saya menjulurkan tangan ngajak salaman

"Walaaaah akhirnya ketemu disini mas, saya ini pembaca setia blog mas Saptu! inspiratif mas bisa bikin nangis. Kalau ada temen yang suka ngeluh saya pasti arahkan dia baca tulisan mas Saptu. Kok lama blognya gak diupdate mas? saya baca sampai bolak balik.." katanya melanjutkan

"hehe.. sudah lama pindah ke Facebook mas, lebih seru disana karena ada tombol sharenya langsung. Ada ratusan tulisan saya mas, malah udah jadi 5 buku baru.. baca di Facebook saya aja ya mas"

"Wah, saya gak punya facebook je mas.. gak suka yang begituan. Enak baca via web saja.. mbok nulis di blog lagi mas!"

Hehe.. saya tidak mengiyakan atau  menolaknya, nunggu waktu atau momen tepat paling sampai saya mau ngetik-ngetik lagi di blog. Ngurusi komen-komen di Group Facebook "Belajar Wirausaha Bareng Saptuari" aja dah bikin puyeng. Pas saya nulis ini sudah 349.000 lebih membernya..

Kami ngobrol ngalor ngidul hingga pesawat kami memanggil di waktu yang berdekatan..

Thursday, December 18, 2014

Ka’bah Untukmu..

Menemukan Tuhan setiap penjuru bumi, menghadirkan-Nya di setiap relung hati.. kapan saja, dan dimana saja… karena Dia ada dimana-mana..

                Mushola kecil itu ada di ujung barat desa. Waktu aku masih SD kelas satu aku ingat betul mushola itu menjadi satu-satunya tempat ibadah warga desaku. Tahun 1985 listrik belum ada disana, warga sholat ditemani dengan lampu minyak yang penuh jelaga. Tidak ada microphone dan speaker untuk mengeraskan suara imam. Satu ketika aku ingat momen ketika sholat disana, di waktu Magrib saat hujan turun, kami sholat berjamaah, suara mbah Amat masih gagah melantunkan Al Fatehah, hempasan air hujan masuk melalui celah genting yang rapuh, angin yang lewat membuat api lampu minyak menari-nari, bayangan kami pun seperti menari di tembok sebelah kiri.
                Sebuah momen yang eksotis…  saat itu aku masih kecil, belum tau bentuk ka’bah yang setiap sholat kami jadikan arah. Mbah Amat hanya mengatakan, “sholat itu menyembah Allah, Tuhan yang menguasai alam semesta, kita tidak menyembah ka’bah yang ada di Mekah. Ka’bah adalah simbol rumah Allah, yang menjadi arah qiblat sholat seluruh umat manusia agar tertib dan rapi menuju satu tujuan…”
                Sampai sekarang mbah Amat masih menjadi imam, badannya sudah bungkuk, namun setiap adzan berkumandang dia selalu pertama yang datang. Kakinya belum pernah menginjak halaman Ka’bah, namun bangunan yang sering dilihatnya di tivi itu sudah menancap di hati.. dijaganya setiap hari hingga nanti waktunya mati..

----------------------
                Waktu SMP di Jakarta 1992, pernah aku sekolah yang jam belajarnya dimulai jam 1 siang hingga 5 sore, ada sebuah mushola satu-satunya di sekolahku, setiap istirahat jam 3 mushola itu dipenuhi siswa yang sholat Ashar. Seluruh sudut mushola itu dilapisi karpet, tapi entah mengapa bagian kebersihan sekolah tidak terlalu memperhatikan kebersihannya. Bagian pintu masuk karpetnya sering basah, mengundang bau yang tidak sedap, ketika puluhan  kaki basah bercampur dengan keringat bersatu di karpet pintu masuk itu.

Saat SMP dulu, sholat masih dipantau pak guru..