Friday, August 31, 2018

NGEMPLANG PEMBELI, REJEKINYA LARI, BERKAHNYA GAK NEMPEL DI HATI...

Sudah sering kita baca kasus kayak gini nih, pas musim liburan, banyak pengusaha makanan yang naikin harga semena-mena demi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.. 
Prinsipnya sederhana... Aji Mumpung!
Mumpung lagi liburan!
Mumpung konsumennya dari luar kota!
Mumpung orang rebutan makanan!
Harga langsung dimainkan, bahkan hingga dua kali lipat, pokoknya sikattt!!

Dan ini yang terjadi,
Seorang ibu menulis di surat pembaca, makan pecel di alun-alun satu kota hanya berlima kena kemplang 150 ribu lebih, dia membayarnya tapi hatinya tidak ikhlas.. Tidak ada keridhoan di transaksi itu.

Yang lainnya makan di lesehan bertiga, kena kemplang 200 ribu juga ada. 
Saya pun pernah kena, makan berenam beberapa tahun lalu waktu dolar belum menggila, di kaki lima masakan kambing gak tanggung-tanggung notanya 365 ribu, sudah bayar, dijalan baru sadar? Lho.. Masak balungan aja sama es teh berenam satu orangnya 60 ribu? Normalnya balungan 25-30 ribu aja dah dapat.. 




Traksaksi terjadi namun mengecewakan pembeli, mereka pergi bukan dengan puas hati, tapi malah menggerundel kecewa, energi negatif yang dibawa. Dan energi itu yang akan dibawa kemana-mana dalam bentuk cerita buruk "pokoknya jangan makan disana!!"
Naaaah... Siapa yang bakal rugi coba?

Kalau alasan hukum ekonomi, banyaknya permintaan maka harga boleh dinaikkan, lebih baik pakai hukum hati nurani..
Betul memang kalau liburan harus lembur, karyawan harus dikasih bonus, kadangkala harga bahan baku juga naik.. 
Cobalah berhitung, ternyata dengan menaikkan 30% harga pun sudah untung, kenapa harus ngemplang pembeli dengan harga seenaknya demi keuntungan sesaat saja? 
Duitnya dapat..
Berkahnya tidak.. 
Akadnya cacat, dzalim, sehingga rejekinya jadi gak diberkahi Allah..

Buat apa panen rejeki dengan ngemplang pembeli, hingga mereka tidak ridho ketika membayar? Allah bakal ambil lagi duit itu dengan cara yang tidak terduga juga..
Duitnya ilang tiba-tiba, keluarga ada yang sakit, kecelakaan, kemalingan, ditipu orang, dan banyak cara Allah ngambil harta itu karena cara mendapatkannya juga dengan mendzolimi orang lain.. 

Padahal Quran dan Hadist jelas banget ngasih panduannya nih,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisa’ 29).

“Tidak halal harta orang Muslim, kecuali atas dasar kerelaan jiwa darinya.” (HR. Ahmad, dan lainnya)

Mmmm... Gitu ya!
Eh, kalau ada pelukis, menjual lukisannya harga 1 milyarrrr! Padahal modal kanvas, cat minyak, bingkai, paling cuman 2 juta cukup.. Gimana tuh mas?

Tergantung akadnya, kalau pembelinya setuju tanpa paksaan, dia begitu suka lukisan itu, hatinya ridho dan ikhlas membelinya maka sah saja.. Salaman.. Bungkus! 
Beda dengan pecel yang dikemplang paksa dadakan 150 ribu..

Jujur itu pengukur hati.. 
Banyak yang berani jujur karena yakin Allah selalu mengawasi, itu level tertinggi.. 
Maka gak tanggung-tanggung balasannya nanti, seperti pesan Nabi:
“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada” 
(HR. Tirmidzi no.1209)

Selamat jalan-jalan setiap hari, selamat berburu berkahnya rejeki.. 

Salam,
@Saptuari

Thursday, June 14, 2018

MUDIK! (MU)LIH (DI)SI(K)...!!

Pulang Dulu!! Itu dalam bahasa Indonesianya, setiap tahun diperkirakan ada lebih dari 20 juta pemudik yang bergerak antar kota antar wilayah. Bukan hanya dari Jakarta tapi dari seluruh Indonesia. Berbondong-bondong kembali ke kota asal, ke desa, ke kampung, ke dusun dengan membawa semua pesan kejayaan di tanah perantauan.


Sunday, May 6, 2018

MENGGUNTING MASA LALU..


Jakarta, di Bulan Juni 2016..

Tiap saya menjadi pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba selalu bertemu wajah-wajah sendu.. 
Mereka yang bertahun-tahun terjebak dalam hutang tak berkesudahan, karena usaha yang rugi, ditipu mitra bisnis, atau bekerja di tempat yang selama ini bikin ngampet di hati.. 

Siang tadi di Hotel Balairung Matraman Jakarta saya bertemu mereka lagi. Usai memberikan materi mereka mengejar saya di belakang sambil berdiri..




Thursday, April 26, 2018

DOMPET SAYA MAKIN TIPIS...

Isinya hanya 2 kartu debet, 2 SIM A & C, dan 1 KTP, serta beberapa lembar uang sadja.. 

Tidak ada lagi 4 kartu kredit yang dulu membuat sesak..
Tidak ada lagi kartu member 3 asuransi yang saya dulu ikuti.. 
Tidak ada kartu-kartu belanja diskonan dari berbagi toko yang menjebak memaksa belanja, dulu di dompet bertumpuk banyaknya..

Dompet saya makin tipiss.. 
Tidak masalah disebut gak gaul karena gak punya banyak kartu kredit.. 



Monday, April 23, 2018

SEDEKAH RAHASIA...

Semua masalah yang hadir di kehidupan kita wajib dipandang dari sisi spiritual. Apakah ini ujian atau azab? 

Ujian jika masalah itu membuat kita makin dekat dengan ALLAH, dan akhirnya ALLAH bukakan banyak pintu kemudahan sesudahnya.

Azab jika masalah itu membuat kita makin jauh dari ALLAH, periode lebih lama, dan kuncinya kalau gak segera taubat maka akan makin menghancurkan kehidupan kita.

Bisnis hancur, keluarga sakit, kecelakaan, utang macet, kisruh rumah tangga, musibah beruntun, bawaannya sial terus... 
ambil kaca, apakah ada dosa-dosa masa lalu yang belum bener-bener kita minta ampun pada ALLAH? 
Jika hati kita menemukannya, waspadalah.. bisa jadi itu adalah azab dunia yang sedang ALLAH timpakan pada hidup kita. 

Sunday, April 22, 2018

JIKA RASULULLAH SEKARANG DI DEPANMU, APA YANG AKAN KAU KATAKAN?

Pembuat video itu memberikan satu pertanyaan makjleb yang membuat empat orang itu langsung terdiam. Wajah mereka terkejut sesaat, lalu mereka mengungkapkan keinginannya di depan manusia mulia itu, terpana, menangis terbata-bata..

Pertanyaannya adalah: “Jika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sekarang ada di depanmu, apa yang akan kau katakan?

Monday, March 19, 2018

KOMUNITAS TARIK GORDEN!!

"Ash-shalaatu khairum minan-nauum....
Ash-shalaatu khairum minan-nauum...."
... Sholat itu lebih baik daripada tidur
... Sholat itu lebih baik daripada tidur

Lafadz Adzan yang hanya ada di waktu subuh itu mendayu-dayu setiap pagi, menyampaikan pesan dari Allah yang mengajak umatnya untuk bangun dari tidurnya, lalu mendekat pada penciptaNya.. Seolah-olah Allah berkata pada kita "kemarilah wahai hamba-hamba ciptaanKu, bangunlah.. Sujudlah.. Aku akan membagikan keberkahan yang luar biasa untukmu"



Friday, March 16, 2018

TUHAN YANG TERLUPAKAN..

Ada status di Facebook kemarin begitu histeris..
"Ya ampuuun baru kemarin ada yang gantung diri, sekarang ada yang gantung diri lagi.."

Fenomena bunuh diri terjadi dimana-mana, alasannya dari mulai sakit tak kunjung sembuh, terlilit utang, depresi, hingga masalah keluarga. Di Gunung Kidul Jogja ada mitos pulung gantung, jika usai magrib ada cahaya api di langit, pasti ada yang mau gantung diri. Data tahun 2015 ada 33 warga yang gantung diri. Triwulan pertama 2016 sudah 5 orang yang gantung diri.. 
Memilih mati, karena tak sanggup lagi menghadapi masalah hidup..




Sunday, March 11, 2018

REJEKI "BERKAH" DARI PARKIRAN..

Jogja 2015, ketika parkiran bandara Jogja belum seperti sekarang...

Hari ini saya ada undangan sebagai pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba di Jakarta, seperti biasa saya selalu PP gak pernah menginap, berangkat pagi pulang sore, atau berangkat siang pulang malam. 

Sengaja saya bawa mobil dan saya tinggal di Bandara Adi Sucipto Jogja, saya parkir di parkiran VIP sebelah timur biar kalau pas pulang tidak perlu ke sebelah utara rel. Di parkiran ini tidak ada papan pengumuman bahwa parkir dibatasi jam, penjaganya pun masih manual. Tidak ada mesin parkir yang mendata berapa jam lamanya parkir. 

Saya ingat kalo mobil menginap bisa di parkiran sebelah utara bandara, semalam 30 ribu. Saya pernah 3 hari meninggalkan mobil disana membayar 90 ribu. Akadnya jelas di depan, sepakat dan saling menyetujui ketika kunci saya tinggal. 



Thursday, March 8, 2018

MAKANPUN MAU DIKORUPSI..

Maret 2017...

Dalam kereta malam perjalanan pulang Bandung-Jogja sebuah pesan WA masuk dari manager saya, tentang konsumen yang makan habis 154.000 minta di nota ditulis 250.000 untuk dimintakan ganti ke kantornya. Manager warung menolaknya dengan resiko dapat suara sinis dan mungkin dia tidak mau datang kembali..

Di usaha saya yang lain pernah terjadi, pesen mug souvenir minta harga di top up dengan permintaan dia, dengan janji nanti akan datang lagi rutin untuk pesan banyak lagi dan lagi... 

Manager Kedai menelphon saya tidak berani mengambil keputusan, saya jawab: "kalau kau kasih kesempatan maka bukan tidak mungkin engkau kecipratan dosa tolong-menolong dalam keburukan.. awas lho, Gusti ALLAH itu tidak tidur.."
Akhirnya manager itu dengan gagah berani menolaknya walau dapat iming-iming job selanjutnya..