Thursday, June 14, 2018

MUDIK! (MU)LIH (DI)SI(K)...!!

Pulang Dulu!! Itu dalam bahasa Indonesianya, setiap tahun diperkirakan ada lebih dari 20 juta pemudik yang bergerak antar kota antar wilayah. Bukan hanya dari Jakarta tapi dari seluruh Indonesia. Berbondong-bondong kembali ke kota asal, ke desa, ke kampung, ke dusun dengan membawa semua pesan kejayaan di tanah perantauan.




Ditengah waktu menjelang hari raya datang, bertemu dengan keluarga besar, berjumpa para tetangga di tempat asal, sungguh hati kita harus waspada kawan, ada dua sifat buruk yang akan mengintai, setan dilepas esok hari, dia bertengger di tengkuk dan siap meniupkan hawa panas sifat buruk tadi. Apa itu?


1. UJUB (Bangga Diri)

Ketika berkumpul bersama keluarga, saudara dan tetangga gampang banget perasaan ini muncul. Baju harus yang paling baru, paling wangi, perhiasan harus keluar semua dari gelang segede gaban, kalung sebesar rantai anak dinosaurus. Gemerlap ketika duduk diantara orang-orang yang dianggap kampung yang dulu ditinggalkan.


Mobil harus mulus, diparkir di depan sendiri agar dilihat seluruh saudara yang datang silaturahmi.

Hati ini begitu lezat menikmati pandangan mata kagum pada yang kita miliki, pandangan dan ucapan mereka melenakan hati..


"Waah sudah sukses sekarang ya mas"


"Aduh mbak.. Keren abis deh sekarang, sudah mulyo welo-welo hidupnya."


"Wah pak Lurah aja kalah sama kamu mas, hebat sekali dirimu.."


Lezat sekali.. Sungguh lezaaat sekali semua pujian itu! 

Saat itulah setan masuk ke hati, ke otak, menarik tangan untuk menepuk dada.


"Iya laaaah.. Aku sukses karena kerja kerasku, apapun aku punya sekarang... Bla bla bla crut!"


Dosa ujub langsung tertancap di jidat.. Jleb!!


2. RYA' (menonjolkan kebaikan agar dipuji)

Setan yang dilepas makin liar bergerilya lagi..

Keluarga besar berkumpul, saatnya bagi-bagi rejeki, momen unjuk diri bahwa kita lah paling hebat! Kita lah paling kaya! Kita lah paling makmur! Kita lah paling dermawan di keluarga besar ini..! Woww! 


Lalu setan mengajari caranya, semua keluarga kebagian! Ngasihnya jangan pas sepi, pas rame  dong, biar semua orang melihat.. Jangan lupa pas ngasih uangnya jangan dilipat, biarkan terbuka, kalo perlu dikibas-kibaskan biar kelihatan warna merahnya.


Panjul.... Kibas-kibas... Kasih!

Partini.. Kibas-kibas.. Kasih!

Tulkiyem.. Kibas-kibas.. Kasih!

Dan seterusnya...


Nikmati lezatnya decak kagum dari mereka semua! Luar biasa nikmatnya... Lezat!! 


Hati ini begitu bangga! Aku lah orang paling sukses diantara mereka semua!


Saat itulah, dosa rya' menempel di jidat kita.. Teplok! Dan setan bahagia berguling-guling karena bertambah temannya.


Sindiran di komik kemarin menarik, ada yang bahagia. "Horeee!! Besok lebaran!"

"Eh kamu kemarin puasa enggak?"

"Enggak.."

"Terus ngapain ikut lebaran? Lebaran itu untuk orang-orang yang menang!"

"Haaaaa...?!”


Dialah pemenang sesungguhnya, yang selama Ramadhan menuntaskan ibadahnya. 

Puasa dimangsa..

semua sholat disikat..

tadarus digerus..

Semua telah tunai dan tertib diselesaikan karena taat pada Allah penciptanya.


Pulang mudik dengan kemenangan dan kesederhanaan, baju yang dipakai di hari raya belum tentu baru, tapi bersih dan wangi. Menghormat pada waktu bertemu sanak famili.


Ketika memberi tangannya telungkup, cukup hanya Allah dan dia sendiri yang mengetahui. Dalam gemerlap kembang api dia memilih menyelinap di rumah duafa yang santuni, menggenggam tangan mereka, memberikan rejeki yang dia miliki tanpa harus diketahui sanak dan famili. Sebulan penuh malaikat di pundak kanannya mencatat kebaikan hingga berpeluh. Bahkan hingga hari raya tiba, setan tidak diberi tempat bersender di tengkuknya..

Engkaulah yang paling berhak menyandang bahagia di hari raya..


Mudik.. Mulih Dikik! Pulang dulu yaaa.. Bisa juga jadi simbol perpisahan dan pamitan selamanya.


Tahun 2014 lalu 908 jiwa meninggal dunia di jalan dalam ritual mudik. Tahun 2015 ada 503 orang yang meninggal, tahun 2016 ada 1261 orang, sedangkan tahun 2017 ada 742 orang. 


Mereka berpamitan untuk kembali pada Tuhannya. Tahun ini pun bisa terus berjalan angkanya.. ketika jutaan kendaraan bergerak bersama!


Sungguh mudik itu bukan hanya soal kebahagian dan waktunya pamer kekayaan, tapi juga waktu berhati-hati jangan-jangan malaikat maut sudah mengintai kita dibelakang, ketika pamitan mudik kita ucapkan...


Hadirkan Allah di setiap perjalanan, undang keselamatan dengan doa, tangkal malapetaka dengan sedekah di muka...


"Taqobbalallahu minna wa minkum, taqobbal ya karim”

(Semoga Allah menerima amalku & amal kalian, terimalah wahai Zat Yang Maha Mulia)


@Saptuari





Sunday, May 6, 2018

MENGGUNTING MASA LALU..


Jakarta, di Bulan Juni 2016..

Tiap saya menjadi pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba selalu bertemu wajah-wajah sendu.. 
Mereka yang bertahun-tahun terjebak dalam hutang tak berkesudahan, karena usaha yang rugi, ditipu mitra bisnis, atau bekerja di tempat yang selama ini bikin ngampet di hati.. 

Siang tadi di Hotel Balairung Matraman Jakarta saya bertemu mereka lagi. Usai memberikan materi mereka mengejar saya di belakang sambil berdiri..





Seorang wanita yang mengeluh hutangnya tiap bulan dicicil dari gajinya bekerja di sebuah kedutaan asing, namun tak kunjung lunas juga..
"Saya kaget mas, tiap bulan nyicil dari 450 juta, sampai hari ini masih 390 juta.. Bertahun-tahun nyicil pokoknya hanya berkurang 60 juta.. Aduuuh gimana ya.."

"Coba mbak nego ke pihak banknya, ketemu pimpinannya langsung. Minta keringanan berapapun dapatnya. Uang untuk melunasinya ada?"

"Akhir Juni nanti saya resign mas, insya Allah pesangon saya 350 juta. Enaknya saya bayar sebagian utang saya, atau saya bayarkan semuanya ya mas? Masih kurang uangnya.."

"Bayarkan semuanya mbak, jual apapun yang bisa nggenepin 390 juta, lunasi segera. Tetap upayakan nego dapat keringanan, tapi bener deh, nanti kalau sudah lunas bakal beda bangeeeet rasanya.. Bakal ploooong kalo mau nyari rejeki dari jalan lainnya.."

Saya melihat matanya berkaca-kaca..

Seorang wanita lagi mendekati saya..
"Kami rugi mas 1,5 milyar ditipu rekan bisnis. Uang itu hilang begitu saja, orangnya pergi entah kemana, kami bangkrut seketika. Padahal uang 1,5 milyar itu dari utangan bank mas. Tiap bulan kami harus terseok-seok membayar cicilannya.. Saya sudah bertekad untuk bebas utang riba mas, rumah sudah kami jual, sekarang kami ngontrak, tapi suami saya belum dapat hidayah.. Dia masih berfikir untuk nambah utang lagi, padahal yang kasus kemarin saja belum selesai semua.. Gimana ya mas?"

"Doakan teruuusss mbak.. Doa seorang istri yang tulus insya Allah akan dikabulkan. Hidayah itu haknya ALLAH... ya muqolibal qulub.. Hanya ALLAH yang sanggup membolak-balikkan hati. Nanti kalau suami istri sudah sevisi bakal lebih enteng menghadapi..."

Mereka terus tanya berganti, saya menjadi tempat sampah semua unek-unek yang nyesek di hati.. Padahal belum tentu saya tau jawabannya jika ditanya.. Kadang saya nyeploss mengarang indah saja..

"Saya sudah jadi bankir 20 tahun mas, di bank BUMN terbesar di negeri ini. Saya sudah tidak nyaman di pekerjaan saya. Tapi saya gundah karena saya sudah mencoba banyak usaha gak pernah berhasil.. Gagal terus gagal terus.. Sampai seorang kawan saya berkata, kamu gimana mau usahanya berhasil kalo masih cari uang juga dari jalan yang bathil.. Jleb! Tiap hari saya memang mengurusi kredit di bank mas.."

"Berat ya mas, sudah di zona nyaman.. Tapi kalau hati gak tenang buat apa dipertahankan.."

"Gajimu berapa mas sebulan?" Tanya saya lagi..

"Sekitar 25 juta mas.."

"Mmmm..."

"Tapi saya mantap untuk hijrah mas, 1 Ramadhan nanti saya mengajukan surat pengunduran diri.."

Kata-kata itu didengarkan peserta yang masih mengerubung saya di samping kanan kiri..

Tiba-tiba ada yang nyeletuk dari samping..
"Saya juga bankir mas, di bank xxx xxx.. Sudah 14 tahun saya disana, sudah gak betah juga ingin resign buka usaha.. "

Tampilan luarnya begitu syar'i, berjenggot dan celana cingkrang di atas mata kaki.. 

"Meninggalkan gajimu dan posisimu mas?"

"Iya mas.. Gaji saya 28 juta sebulan, saya mau buka usaha saja.. Gak lagi kerja di bank, mohon doanya mas.."

Setiap orang punya masa lalu, dan semua pasti ingin memiliki masa depan yang lebih baik. Apalagi taruhannya adalah masa usai mati nanti..
Karena dunia sementara..
Akherat selamanya.. 
Jangan sampai dunia tergadai, di akherat kita terlunta-lunta.. 

Taubat itu proses.. 
Siapapun ingin menuju kebaikan..
Jika ada orang dengan badan penuh tato sholat, jangan dikomentari "iiih tatoan.. preman kok sholat yaaa.."
Tapi justru ajak mereka yang gak bertato-pun untuk sholat bersama-sama..

Hujan deras dan kemacetan Jakarta mengantar saya menuju bandara, tidak sempat menyaksikan adegan para peserta berebut dengan gemas, menggunting kartu kreditnya hingga ludes tak bersisa...

Salam,
@Saptuari

Thursday, April 26, 2018

DOMPET SAYA MAKIN TIPIS...

Isinya hanya 2 kartu debet, 2 SIM A & C, dan 1 KTP, serta beberapa lembar uang sadja.. 


Tidak ada lagi 4 kartu kredit yang dulu membuat sesak..

Tidak ada lagi kartu member 3 asuransi yang saya dulu ikuti.. 

Tidak ada kartu-kartu belanja diskonan dari berbagi toko yang menjebak memaksa belanja, dulu di dompet bertumpuk banyaknya..


Dompet saya makin tipiss.. 

Tidak masalah disebut gak gaul karena gak punya banyak kartu kredit.. 





Gakpapa kalau dibilang gak safety karena gak tercover jiwanya oleh asuransi..

 

Toh tiap hari kita diajarkan berdoa dalam sholat: inna sholati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirobbilalamin.. 

"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH Tuhan semesta alam.."


Dompet makin tipisss..

Mau ada tawaran cicilan gadged 12 bulan 0% pun dah gak nafsu lagi.. Tiba-tiba hilang semua nafsu belanja!

Kalo ada uang dana pas butuh ya beli cash, kalau gak butuh ya gak usah beli.. Gak usah maksa mencicil yang bikin "mecicil".. 

kuncinya.. Sabaaaarrr!


Tiba-tiba selama berbulan-bulan tidak ada lagi kertas-kertas tagihan kartu kredit dan premi asuransi.. 

Tak ada pak pos dan kurir yang mengetuk pintu lagi..

Duluuu.. Tiap dapat setumpuk tagihan kartu kredit, mules tiap melihat angka-angka interest... Interest.. Yang tak berkesudahan! Bunga kok berbunga... Bayar sedikit eh berbunga lagi.. Kejamnya dunia..


Lalu biasanya nyesel..

Ya ampuun! Kemarin nyicil beli ini pakai kartu ini..

Duuh! Nyicil yang itu gesek pakai yang itu.. 

Ampuun deh! Makan bareng keluarga aja bayarnya pakai kartu utangan.. Sepanjang jalan pulang dari restoran, yang masuk ke perut adalah makanan-makanan utangan dengan akad riba bunga berbunga... 

Geseeek teruus!

Hajaarrr teruus!!

Mainkan sekarang.. Urusan belakangan!


Ada kawan yang punya 10 kartu kredit, 9 dipotong, tinggal 1 yang enggak..

"Buat jaga-jaga mas, kalo mendesak.."

"Berarti kamu gak percaya sama Allah, kamu masih menjagakan kartu utangan itu untuk kebutuhanmu, kalau tawakal pada Allah itu total, maka setiap ada kebutuhan ya minta dan bersandar pada Allah... Soal jalannya, biar Allah yang akan menentukan 'min haitsu la yahtasib'.. Dari jalan yang tidak terduga-duga.."


Dia bengong.. 


"Bro.. Semut itu keluar lubang rejekinya dijamin sama Allah, cicak nempel di dinding dapat makanan hewan bersayap yang bisa terbang.. Nyamuk! Kamu yang sehari lima kali sholat jengkang-jengking nyembah Allah Yang Maha Kaya, masak sih gak dijamin olehNya?"


Akhirnya kartu utang terakhirnya itu bernasib sama, dedel duel dipotong-potong dengan gemesssnya.. 

Perang melawan nafsu itu sungguh luar biasa!


Ketika kita beradzam bebas hutang.. Meninggalkan riba, tauhid kita diuji..

Kesabaran kita pun harus nambah berkali-kali.. 

Namun ratusan testimoni di Facebook ini jadi saksi, orang-orang yang bertaubat pada Allah, lalu berazam (bercita-cita mentooook bebas utang), 

Allah hadirkan kemudahan... 

Kemudahan... 

Kemudahan.. 

Kemudahan.. 

Kemudahan.. dari jalan yang tidak terduga-duga.. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‎ 

“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”  

[HR. Ibnu Majah no. 2400] 


Sekarang lihat dompetmu..

Masih terasa sesak dengan beban yang nancep sakiiittt di hati?! 

Atau sudah enteng? Tanpa beban tagihan yang bikin hati tenang saat ibadah pada illahi...


Salam,

@Saptuari



Monday, April 23, 2018

SEDEKAH RAHASIA...

Semua masalah yang hadir di kehidupan kita wajib dipandang dari sisi spiritual. Apakah ini ujian atau azab? 

Ujian jika masalah itu membuat kita makin dekat dengan ALLAH, dan akhirnya ALLAH bukakan banyak pintu kemudahan sesudahnya.

Azab jika masalah itu membuat kita makin jauh dari ALLAH, periode lebih lama, dan kuncinya kalau gak segera taubat maka akan makin menghancurkan kehidupan kita.

Bisnis hancur, keluarga sakit, kecelakaan, utang macet, kisruh rumah tangga, musibah beruntun, bawaannya sial terus... 
ambil kaca, apakah ada dosa-dosa masa lalu yang belum bener-bener kita minta ampun pada ALLAH? 
Jika hati kita menemukannya, waspadalah.. bisa jadi itu adalah azab dunia yang sedang ALLAH timpakan pada hidup kita. 

Sunday, April 22, 2018

JIKA RASULULLAH SEKARANG DI DEPANMU, APA YANG AKAN KAU KATAKAN?

Pembuat video itu memberikan satu pertanyaan makjleb yang membuat empat orang itu langsung terdiam. Wajah mereka terkejut sesaat, lalu mereka mengungkapkan keinginannya di depan manusia mulia itu, terpana, menangis terbata-bata..


Pertanyaannya adalah: “Jika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sekarang ada di depanmu, apa yang akan kau katakan?




Jika saya yang ditanya begitu, pasti saya juga akan terdiam.. mikir... terpisah waktu 14 abad, tak pernah punya bayangan bentuk wajah Rasulullah, tapi selama ini diajarkan untuk selalu bershalawat kepada beliau dan meneladani semua nasehatnya.. 


Jika Nabi ada di depan saya saat ini, tentu saya memilih untuk mengakui kesalahan-kesalahan sepanjang hidup ini, berharap beliau memaafkan dan memberikan syafaatnya untuk menambal bolong-bolong amal ibadah saya... 


Duh Kanjeng Nabi... 

Saya ini mengaku sebagai pengikutmu, tapi sholat masih suka tidak tepat waktu.. 


Ibadah sunnah masih terbengkalai, alasan sibuk sepanjang hari akhirnya tak tertunai...


Sedekah saya jauh dari ikhlas, masih suka pamer demi pujian orang sekitar..


Saya belum bisa konsisten ngaji tiap hari, Alquran sering berdebu di atas tumpukan buku..


Bertahun-tahun saya ini pemakan riba wahai Nabi, tak peduli bahwa engkau melaknatnya saya tetap cuek dan angkuh saja..


Saya pernah dan sering takut kehabisan rejeki, sehingga yang nyrempet haram pun saya gak peduli.. 


Saya pernah menyuap petugas disana-sini, demi urusan saya dilancarkan, demi masalah saya dimudahkan...


Saya punya banyak janji kepada kawan, yang sampai hari ini lupa tidak tertunaikan..


Orang tua belum saya muliakan wahai Nabi, saya pernah berkata keras yang membuat mereka sakit hati.. 


Saya masih menggunakan HP ini untuk bermaksiat wahai Nabi, zina mata terpapar setiap hari.. 


Saya masih suka menghasut dan ghibah setiap hari. Menceritakan keburukan orang lain sungguh lezatttt sekali..


Saya masih suka iri dan dengki jika melihat orang lain lebih banyak dapat rejeki. Saya gak bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki.. 


Hati saya gampang panaaasss ketika dihina, padahal saya sesungguhnya lebih hina, hanya ALLAH masih menutup aib-aib saya..


Saya masih mementingkan perut sendiri, padahal ada banyak anak yatim dan orang miskin yang belum tersantuni.. 


Saya mencintai harta saya wahai Nabi, seolah akan hidup selamanya. Beraaaat tangan ini jika kau minta untuk sedekah setiap hari..


Saya punya usaha yang mendatangkan rejeki, tapi saya belum bisa menjadikan karyawan saya taat pada Ilahi.. 


Nafsu saya masih pada dunia wahai Nabi, masih menghitung-hitung rupiah yang saya dapatkan, tapi beraaaat untuk saya keluarkan walau di jalan ALLAH yang penuh keberkahan... 


Wahai Kanjeng Nabi, dengan seluruh kehinaanku apakah aku layak dapat syafaatmu?


Kawan, sekarang bola kulempar kepadamu... 

Jika saat ini Rasulullah ada di hadapanmu, apa yang akan kau katakan langsung dari mulutmu?


@Saptuari







Monday, March 19, 2018

KOMUNITAS TARIK GORDEN!!

"Ash-shalaatu khairum minan-nauum....

Ash-shalaatu khairum minan-nauum...."

... Sholat itu lebih baik daripada tidur

... Sholat itu lebih baik daripada tidur


Lafadz Adzan yang hanya ada di waktu subuh itu mendayu-dayu setiap pagi, menyampaikan pesan dari Allah yang mengajak umatnya untuk bangun dari tidurnya, lalu mendekat pada penciptaNya.. Seolah-olah Allah berkata pada kita "kemarilah wahai hamba-hamba ciptaanKu, bangunlah.. Sujudlah.. Aku akan membagikan keberkahan yang luar biasa untukmu"





Dalam banyak riwayat, Kanjeng Nabi Muhammad mengajarkan keutamaan sholat melalui Quran dan Hadist, antara lain:

1. Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah RA sedang tidur. Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah, kemudian mengatakan kepadanya :

“Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rizki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”


2. "Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat malam satu malam penuh.” (Hadist Riwayat Muslim)


3. "Shalat terberat bagi orang-orang MUNAFIK adalah shalat Isya’ dan Shubuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (Hadist Riwayat Ahmad)


4. "Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” 

(Hadist Riwayat Muslim)


5. “Barangsiapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, maka ia berada dalam perlindungan Alloh.” 

(Hadist Riwayat Ibnu Majah). 


6.  “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” 

(Hadiat Riwayat Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (Hadist Riwayat Muslim)


7. “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” 

(Hadist Riwayat Tirmidzi)


Ketika dulu saya menjadi member Komunitas Tarik Gorden atau KTG, sholat subuh adalah yang bikin deg-degkan.. Beraaaattt sekali! Buka gorden.. "Lho kok sudah terang-benderang?"

Lalu wudhu dengan terburu-buru, memakai sarung ala kadarnya, gelar sajadah yang terlipat di ujungnya.. Dan tentu, gorden saya tarik agar suasananya kembali gelap gulita, saya maluuu kalau:

1. Matahari mengolok-ngolok lewat sela jendela sambil berkata: "cieee cieee.. Subuhan nih yeee"


2. Ketahuan sama keluarga atau teman lainnya, yang melongok ke dalam kamar, lalu mereka akan menyindir dengan bahasa yang bikin nyesek: "subuhan jam segini lu? Malaikat dah tutup buku bro! Dah naik lagi dia ke langit.."


Dan memang benar.. Sholat jadi kemrungsung! Kayak pengennya segera sampai finish saja.. Sambil berkata: "oooooiiii malaikat catat dulu ini amalkuuuu... Jangan pergi duluuu!!"

lsholat ngebuuuutt asal gugur kewajiban, urusan khusuk dan sahnya belakangan..


Dan saya tidak sadar, di jidat saya ternyata sudah dikasih label MUNAFIK oleh Nabi langsung..

Usai sholat badan lesu, mood jeleknya kebawa sampai seharian, dan datanglah masalah-masalah, kesulitan yang datang tidak terduga. Seolah-olah hari itu memang rejeki begitu sulitnya terhalang berbagai masalah, dan saya memang tidak pantas mendapatkan keberkahan hari ini di dunia.. 


Ketika saya pengen keluar dari anggota Komunitas Tarik Gorden, saya pasang alarm biarkan sampai 5 menit itu menyala.. Minggu pertama begitu beratnya, ketika datang ke masjid terlambat saya takjub menyaksikan mereka.. 3 shaf manusia yang sedang sujud takhluk pada TuhanNya di waktu hari masih gelap dan dingin menyergap.. 




Saya iriiiiiii luar biasa, merekalah manusia-manusia yang kaya raya sesungguhnya di dunia, yang kelak di akherat mendapat perlindungan langsung dari Tuhan-nya, dari api neraka yang menyala-nyala..


@Saptuari


Friday, March 16, 2018

TUHAN YANG TERLUPAKAN..

Ada status di Facebook kemarin begitu histeris..
"Ya ampuuun baru kemarin ada yang gantung diri, sekarang ada yang gantung diri lagi.."

Fenomena bunuh diri terjadi dimana-mana, alasannya dari mulai sakit tak kunjung sembuh, terlilit utang, depresi, hingga masalah keluarga. Di Gunung Kidul Jogja ada mitos pulung gantung, jika usai magrib ada cahaya api di langit, pasti ada yang mau gantung diri. Data tahun 2015 ada 33 warga yang gantung diri. Triwulan pertama 2016 sudah 5 orang yang gantung diri.. 
Memilih mati, karena tak sanggup lagi menghadapi masalah hidup..




Sunday, March 11, 2018

REJEKI "BERKAH" DARI PARKIRAN..

Jogja 2015, ketika parkiran bandara Jogja belum seperti sekarang...

Hari ini saya ada undangan sebagai pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba di Jakarta, seperti biasa saya selalu PP gak pernah menginap, berangkat pagi pulang sore, atau berangkat siang pulang malam. 

Sengaja saya bawa mobil dan saya tinggal di Bandara Adi Sucipto Jogja, saya parkir di parkiran VIP sebelah timur biar kalau pas pulang tidak perlu ke sebelah utara rel. Di parkiran ini tidak ada papan pengumuman bahwa parkir dibatasi jam, penjaganya pun masih manual. Tidak ada mesin parkir yang mendata berapa jam lamanya parkir. 

Saya ingat kalo mobil menginap bisa di parkiran sebelah utara bandara, semalam 30 ribu. Saya pernah 3 hari meninggalkan mobil disana membayar 90 ribu. Akadnya jelas di depan, sepakat dan saling menyetujui ketika kunci saya tinggal. 



Thursday, March 8, 2018

MAKANPUN MAU DIKORUPSI..

Maret 2017...

Dalam kereta malam perjalanan pulang Bandung-Jogja sebuah pesan WA masuk dari manager saya, tentang konsumen yang makan habis 154.000 minta di nota ditulis 250.000 untuk dimintakan ganti ke kantornya. Manager warung menolaknya dengan resiko dapat suara sinis dan mungkin dia tidak mau datang kembali..

Di usaha saya yang lain pernah terjadi, pesen mug souvenir minta harga di top up dengan permintaan dia, dengan janji nanti akan datang lagi rutin untuk pesan banyak lagi dan lagi... 

Manager Kedai menelphon saya tidak berani mengambil keputusan, saya jawab: "kalau kau kasih kesempatan maka bukan tidak mungkin engkau kecipratan dosa tolong-menolong dalam keburukan.. awas lho, Gusti ALLAH itu tidak tidur.."
Akhirnya manager itu dengan gagah berani menolaknya walau dapat iming-iming job selanjutnya..




Monday, March 5, 2018

KA'BAH TAK TERLIHAT..


Mekah, April 2017

Umroh kali ini saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan cerita di tanah suci. Muthowif umroh ustadz Abdul Basit yang sudah 4 tahun tinggal di Madinah bercerita tentang pengalamannya membawa banyak rombongan umroh dari Indonesia. 

"Saya pernah mendampingi rombongan ibu-ibu mas untuk tawaf, masuk ke Masjidil Haram kami sampai di pelataran Ka'bah, mereka yang baru pertama langsung takjub dan berhamburan air matanya. Nah ada seorang ibu yang tiba-tiba bertanya dengan suara keras.. mana ustadz ka'bahnya?! mana saya gak melihatnya! Waduuh kaget saya.. padahal kami hanya berjarak 30 meter di depan Ka'bah, satu rombongan hanya dia yang tidak bisa melihat Ka'bah..."

Astagfirullah.. terus gimana tadz?