Kamis, 01 Desember 2011

Para Pendamping Nabi...

“Aku dan orang-orang yang mencintai anak yatim seperti dua jari ini di surga nanti..” begitu kata kanjeng Nabi..

Jogja, 1985
Aku ingat sosok bungkuk berambut putih itu, jalannya cepat dengan kain jarik yang membalut tubuhnya, namanya Mbah Pawiro, orang-orang di desaku memanggilnya mbah Ro untuk menyingkat namanya. Di usianya yang sudah sepuh mbah Ro tidak pernah diam, dia masih sering keliling desa, ke sawah dan bertandang ke rumah tetangga. Rumahnya di barat desa sangat sederhana, hanya bangunan bambu dengan dinding dari gedeg (bambu anyaman) di semua sisinya. Kata ibuku mbah Ro putri ini dulu waktu muda adalah ledek (penari) yang  berkeliling dari desa kedesa, sampai akhirnya menikah dengan mbah Pawiro Kakung dan tinggal di desa ini. Mereka tidak memiliki anak, dimasa tuanya mbah Ro merawat 3 orang anak kecil yang ditinggal mati ibunya.. mereka piatu, sementara ayahnya jadi duda yang tidak bekerja. Tiga anak inilah yang tiap hari dimandikan, diberi makan oleh mbah Ro.
Hari menjelang magrib, Bapakku yang tugas jadi tentara di Jakarta hari ini pulang ke desa, bapak jadi orang yang dihormati di desa waktu itu, tentara yang pulang dengan seragam hijaunya, para tetangga sering menyapa jika bapak pulang... “ooo Pak Ratno sampun kundur..”
Mbak Pawiro datang kerumah sore itu, dengan badan bungkuknya dia bertemu dengan bapak di ruang tamu, aku mendengar percakapan mereka.
“duuuh Pak Ratnooo.., kulo nyuwun tulung nek wonten beras kagem putu-putu kulo, niki sek esuk dereng kelebon sekul...” mbah Pawiro nembung beras untuk tiga anak yang diasuhnya itu. Suaranya mengayun menghiba mohon belas kasihan, Bapak memberi beberapa lembar uang ribuan yang cukup untuk membeli beberapa liter beras waktu itu, Mbah Pawiro menghujani dengan ucapan terimakasih yang tercecer-cecer hingga ke jalan...

Selasa, 22 November 2011

Gadis Mungil Di Dalam Panci...

*titipan tulisan dari www.sedekahrombongan.com

Aku Saptuari, ijinkan aku menulis sendiri kisah dramatis ini...

Tiga bulan lalu...
Sebuah rumah di dusun Plaosan, Prambanan Klaten, berjarak 3 Kilometer dari Candi Prambanan Jogja sedang ada acara hajatan sunatan, di dapur mereka sibuk memasak makanan untuk para tamu, sebuah panci besar penuh gulai baru saja diturunkan dari kompor, masih panas mendidih mematangkan daging kambing itu. Anak-anak kecil bermain berlarian di sekitar tempat memasak itu, mereka kejar--kejaran penuh keriangan... seorang anak berlari gembira dikejar kawannya, dia berlari mundur tanpa sadar ada panci mendidih di belakangnya... BYURRR GGGRRRHHHHH!!!
Tubuh gadis mungil itu masuk ke dalam panci yang masih membara, bagian bokongnya masuk duluan, diikuti hampir seluruh tubuhnya. Gadis mungil itu menjerit menahan panas luar biasa....menggelapar dan menjerit kesakitan..
Namanya Rara Ainunnisa, anak tunggal pak Jayadi seorang buruh pembuat tahu. Gadis 5 tahun yang masih sekolah di TK itu kami temukan hari minggu lalu...
Rara kami temukan meringkuk dan menangis dengan badan penuh luka bakar bernanah..

Sabtu, 15 Oktober 2011

Sandal Jepit Untuk Simbah...

Ketika aku hanya punya dua tangan untuk berbuat kebaikan, Gusti Allah yang Maha Kaya mengirimkan jutaan tangan untuk mengangkatnya...
                                                                                   
GOR Universitas Negeri Yogyakarta, November 2010
Gedung itu masih baru, harusnya bau cat masih ada sisa di beberapa sudut ruangan, Tapi malam ini berganti dengan baru menyengat dari ribuan kaki basah, bau baju yang penuh keringat, sisa makanan yang tak sempat ditelan teronggok di pojokan. Pengungsi dari lereng Merapi berduyun-duyun mengungsi ke hall ini. Ketakutan dimangsa api yang berlari kencang sekali. Seribu orang lebih dari beberapa dusun yang ada di lereng Merapi menempati gedung olahraga ini. Banyak yang tidak sempat membawa barang-barang yang mereka miliki.. mengungsi atau mati.

Selasa, 27 September 2011

Kanjeng Nabi..

saatnya belajar berterimakasih kepada Sang Pencerah kehidupan…

Komentar di yahoonews ini semakin gak karuan. Semua hal jika ada isu sensitif langsung deh dihubungkan dengan SARA. Berita soal walikota yang poligami ujung-ujungnya nyerempet Nabi. Hotnews soal bom bunuh diri, Nabi ikut disalahkan dan dibenci. Semua jadi debat kusir, caci mencaci, ancam mengancam, dan ujung-ujungnya nol besar. Pada menghilang tanpa penyelesaian dan kesimpulan. Berdebat di dunia maya benar-benar seperti melawan JIN AIPRIT! Gak jelas yg kamu debat dan kamu lawan. Bisa jadi orang yang paling keras mendebatmu adalah tetangga depan rumahmu yg pakai nama palsu... emosi terpancing untuk sesuatu yang gak penting. Semua berlagak pintar dan jadi yang paling alim tanpa tanding.


Sabtu, 17 September 2011

Sedekah (tak) Berbalas...

Ketika kita mulai sombong hitung-hitungan dengan Tuhan...


Banda Aceh, 2010
Malam itu selesai sudah mentoring yang aku lakukan untuk Entrepreneur University di dua kota, Medan dan Banda Aceh. Hari sudah larut malam, peserta kelas itu ternyata bukan hanya asli dari Nangroe Aceh, banyak juga orang Jawa.. kami sempatkan untuk foto-foto bersama, setelah rentetan pertanyaan kuselesaikan semua... Aku kembali ke kamar hotel, badan penat penuh keringat, 3 jam lebih mulutku berbusa-busa untuk mentoring ini.
Ketika aku sedang merebahkan badan sebuah SMS masuk. "mas Saptu, maaf ya untuk fee mentor dan biaya tiket pesawat belum bisa kami transfer malam ini.. secepatnya kami kabari.. trimakasih"

Sabtu, 10 September 2011

Tabungan di Kuburan

"Hartamu yang tidak pernah habis adalah yang kau belanjakan di jalan Allah" begitu kata pak Guru.

Jatinom Klaten, 9 September 2011
Hari sudah rembang petang, matahari sudah memancarkan sinar orange berkilau di horison barat. Kupacu mobilku menyusur jalan di pedalaman Klaten itu, dari Salatiga menuju Jogja. Aku belum sholat Ashar, Ibu dan Istriku sudah menjamak sholatnya di Salatiga tadi. Ada sebuah masjid kecil dipinggir jalan, kebutuhan ini harus kutunaikan. Aku sholat di pendopo luar masjid yang sunyi itu.. selesai di rakaat terakhir aku tercenung dengan apa yang ada di depanku, sebuah kotak infak yang berbentuk seperti batu nisan kuburan. Bentuknya yang unik seolah-olah mengingatkan jamaah, "hayooo nabung, ini yang akan menemanimu di kuburan nanti"

Minggu, 04 September 2011

Mushola di Pojok Desa

Ketika kita disadarkan bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita, bahkan kita bisa memanggil-Nya dalam nafas satu helaan...

Jogja Mei 2006...
Bumi tiba-tiba bergemuruh pagi itu, suaranya seperti auman yang mengerikan. Kayu-kayu atap rumah berderak-derak dengan keras, saling menghantam kiri dan kanan. Aku langsung melompat dari tempat tidurku. Lantai rumah yang kupijak seperti dek kapal dihantam gelombang. Dengan terhuyung-huyung aku keluar rumah nyaris terjerembab di tengah jalan. Orang-orang berlarian, berteriak ketakutan. Nama Tuhan bersahutan diteriakkan. “KRAK... KRAK.. BUMM!!!” aku menoleh ke kiri, mushola tua itu seperti menemui ajalnya. Atapnya lepas satu persatu, tembok kiri kanan saling cerai berai, melepaskan diri ke berbagai arah jatuh berdentum menimpa bumi.

Selasa, 28 Juni 2011

Jarum Pentul Bu Mar

Ketika kejujuran menjadi mahal harganya, orang-orang sederhana menunjukkan caranya dengan cara yang sangat biasa...

Warung sambel mbak Sasa, Desember 2009..
Es lemon tea yang ada didepanku tiba-tiba rasanya jadi pahit luar biasa, tambah lama tambah pahit. Dua orang karyawanku yang aku introgasi siang itu menunjukkan bukti-bukti kuat bahwa ada satu managerku yang tidak jujur. Ada satu cabang usahaku yang lost kontrol dalam 3 bulan, omzet yang tinggi tidak dibarengi dengan profit yang maksimal. Akhir tahun ini aku langsung minta diaudit bagian keuangan, dan dugaan penyelengan dana itu memang ada.

Minggu, 19 Juni 2011

Gusti Allah Sutradara Paling Ciamik!!

"kadang kita tidak sadar sesuatu telah dipersiapkan oleh Tuhan sampai kita tergagap-gagap menyadarinya.."


Klaten, Oktober 2009..
Es krim yang dingin dan padat menemani para jamaah yang memenuhi tenda itu, hari ini adalah pengajian pelepasan haji pak Riyanto dan bu Nur, pengusaha beras paling sakses se Klaten raya. Mereka saudara dari bapak mertuaku. Ustad Jadmiko yang didapuk memberikan tausiyah bercerita sebuah kisah nyata tentang tukang becak yang naik haji, ketika Allah berkehendak maka semuanya dimudahkan, dari jalan yang tidak disangka-sangka.. Min haiztsu la yah tasib..

Minggu, 12 Juni 2011

Ibumu...

Untuk wanita-wanita perkasa yang sudah melahirkan kita...

Gurun pasir di selatan kota Arar, Saudi Arabia 1991..
Helicopter tempur milik Amerika Serikat tiba-tiba muncul dari balik gundukan pasir itu, seorang wanita yang sedang buang hajat kaget bukan kepalang, langsung lari tunggang langgang dengan pakaian kocar kacir menuruni bukit pasir itu. Sambil berteriak-teriak dia masuk ke dalam tenda pengungsian warga Kota Arar yg ada di wilayah gurun itu. “Aduuuuh mbakyuuu aku kaget tenan! Helicoptere guede langsung muncul dibelakangku!” dengan nafas ngos-ngosan, Yati wanita asal Jawa Timur itu bercerita pada Halimah teman kerjanya sambil memeluknya erat. Kedua wanita itu bekerja di Keluarga Naji Al Somari, Yati sebagai Pembantu Rumah Tangga sedangkan Halimah sebagai Baby Sitter.

Kamis, 09 Juni 2011

Putri Herlina...Sepasang Tangan Bidadari

Sepasang tangan tumbuh di hati....
Jogjakarta, 1988

Aku masih kelas 2 SD, tinggal di sebuah desa yang tenang di satu sudut Jogja. setiap hari berangkat sekolah, sesudahnya aku habiskan dengan bermain bola di belakang rumah, berlarian di tengah sawah, main layangan hingga Magrib datang...
ketendang bola sekeras mungkin, kutangkap dengan tanganku, kulempar lagi hingga jauh sekali... layangan kutarik ulur hingga terbang dibawa angin, tembus ke awan, meliuk-liuk, setiap hentakannya memberi sensasi di ujung jari-jariku...
semua tak lebih dari keriangan anak kecil menikmati dunianya, tanpa pernah berfikir bahwa aku lahir sempurna...

Emha Ainun Najiz!

(Sebuah catatan lama di Note Facebookku)
Baru lima menit aku duduk di kursi empuk dalam bioskop itu, bulu kuduk sudah merinding melihat intro film Ayat-Ayat Cinta, suara Cak Nun menggema di dalam ruangan itu melantunkan Shalawat Nabi, sebuah gambar padang pasir, dengan butiran pasir yang meleleh tersapu angin... Suasana saat itu lebih mirip di masjid, bukan selayaknya di Gedung Bioskop..

"Ya Nabiiiiiiii.....
Ya Nabi salaaaaam alaihhhhii...
Ya Rasuuulll... Ya Rasul Salaaam...."Merinding... Tembus ke sumsum tulang!

Kartu Nama Sang Ustadz

(sebuah tulisan lamaku di Note Facebook)


Seminggu yang lalu aku diundang mengisi seminar entrepreneur di depan 250 orang mahasiswa anggota Kopma UNY. Entah mengapa namaku ditempatkan diatas nama Prof. Suminto A. Sayuti di backdrop, padahal harusnya nama Guru Besar calon rektor UNY itu lebih pantas diatas namaku yang masih ecek-ecek ini...
Yang menarik, moderator acara ini adalah ustadz, budayawan dan juga seorang intelek pengarang puluhan buku HM. Nasrudin Anshory. Selama ini aku belum pernah bertemu beliau langsung, hanya mendengar aktivitasnya sebagai pimpinan Pesan Trend Ilmu Giri, Bantul dari media massa yang kubaca.

BRAKK!! dan GIGI pun terkejut...!

Bumi Ngayogyakarto Hadiningrat, 13 Mei 2006

Ini cerita empat tahun yang lalu, namun menyisakan kenangan yang mendalam untukku, 
mobil minivan merah itu melaju keluar dari halaman Radio Swaragama di Barat kampus UGM, baru berjalan 5 menit pas berhenti di lampu merah Mirota Kampus.
Tiba-tiba..... Braaakkkk!! bemper belakang mobil dihajar oleh mobil sedan yang dikendarai seorang cewek, akulangsung menoleh ke Momok sopir minivan itu, 
"piye mok? gak mungkin berhenti ribut iki... ngejar waktu jee!"

Selasa, 07 Juni 2011

(tidak) Cinta Fitri

(Sebuah tulisan lamaku dari Note di Facebook)

Jam segini saatnya para ibu-ibu, anak muda dan semua yang suka sinetron Cinta Fitri pada nongkrong di depan Tivi, menyaksikan aksi jahat Mischa dan Faiz kepada Fitri dan Farel!

Looh, kok aku tau jalan cerita sinetron yang katanya paling larisss itu? Mmmmph! kebetulan dulu istriku, ibu dan keluarga istriku jadi penonton setia sinetron ini. Jadi kalo masuk kamar tv ditongkrongin istri lihat si Fitri, ke belakang tv satunya juga sama channelnya! Saking penasaran sekali dua kali kulihat jalan ceritanya... Fuuuh! Sinetron kok isinya cuma iri, dengki, umpatan, ancaman, dan hal-hal negatif lainnya. Sangat sedikit hal positif yang muncul di sinetron ini. Kok bisa ya, isinya kayak gini, dengan jalan cerita yang njelimet, muter-muter gak karuan, tapi jadi sinetron larisss hingga seasion 5!!