Thursday, March 8, 2018

MAKANPUN MAU DIKORUPSI..

Maret 2017...

Dalam kereta malam perjalanan pulang Bandung-Jogja sebuah pesan WA masuk dari manager saya, tentang konsumen yang makan habis 154.000 minta di nota ditulis 250.000 untuk dimintakan ganti ke kantornya. Manager warung menolaknya dengan resiko dapat suara sinis dan mungkin dia tidak mau datang kembali..

Di usaha saya yang lain pernah terjadi, pesen mug souvenir minta harga di top up dengan permintaan dia, dengan janji nanti akan datang lagi rutin untuk pesan banyak lagi dan lagi... 

Manager Kedai menelphon saya tidak berani mengambil keputusan, saya jawab: "kalau kau kasih kesempatan maka bukan tidak mungkin engkau kecipratan dosa tolong-menolong dalam keburukan.. awas lho, Gusti ALLAH itu tidak tidur.."
Akhirnya manager itu dengan gagah berani menolaknya walau dapat iming-iming job selanjutnya..





Saya pernah mendapat email tentang seorang istri pegawai pemerintah yang sering mendapat amplop sisa uang perjalanan dinas, dari potongan tiket, dari potongan hotel dll. Hati suaminya bergejolak karena itu tetap uang negara yang harus dikembalilan. Namun kalau dia sok heroik mengembalikan uang itu, tentu aksi teman-teman sekantornya akan terbongkar. 
Setiap menerima amplop ilegal diluar gaji itu suaminya memilih tidak membukanya, dan hanya dimasukkan ke dalam laci di lemari pakaian saja.
Dalam waktu satu tahun, suami istri ini penasaran dengan jumlah amplop yang dikumpulkan, juga berapa nilainya. Mereka sepakat membukanya bersama, dan mau tau berapa jumlahnya? Sekitar 50 jutaa... jreng!!

Galau!
Resah!
Dikembalikan hanya akan jadi masalah internal.. semua pegawai akan kena!
Mereka memilih menyedekahkan uang itu semua..
Soal apakah sedekah itu diterima ALLAH atau tidak? Aaah itu bukan urusan kita yang hanya membaca kisahnya.. 

Ada sebuah nasehat yang selalu kita terima, sebuah kebaikan dan keburukan akan mendapat balasan nanti di akherat, sekecil apapun harus dipertanggungjawabkan.. 

Jika belajar dari 3 cerita itu, pantas Nabi mengingatkan kita pada hadist ini..

Seorang lelaki berambut kusut dan berdebu menadahkan tangannya ke langit "Ya Rabbi, Ya Rabbi", sementara makanannya haram, minumannya haram, dan dikenyangkan dengan yang haram, maka bagaimana doanya bisa dikabulkan?"
(HR Ahmad, Muslim, Tirmidzi)

Masih ingat waktu sekolah dulu? 
Berapa gorengan ibu kantin yang sudah masuk ke perutmu tapi sampai sekarang belum kau bayarkan?

@Saptuari

2 comments:

Rudi Hartanto said...

Lah.....masa jaman sekolah dulu saja kena sindir juga! Alhamdulillah tidak seperti itu.

Akhmad Efendi said...

Ijin menyimak...